Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal terus mendorong penguatan ekonomi syariah melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Salah satunya melalui Lomba Burung Berkicau Piala SBS (Syafaat Bubur Suro) 2026 yang mengusung konsep kompetisi sekaligus gerakan wakaf produktif.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Syariah Festival Ekonomi Tegal (Syafaat) 2026 dan Festival Bubur Suro Krapyak itu digelar di Lapangan Krapyak, Kota Pekalongan, Minggu (12/7). Berkolaborasi dengan panitia Festival Bubur Suro dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan, KPw BI Tegal menghadirkan lomba yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi komunitas kicau mania, tetapi juga sarana edukasi ekonomi dan keuangan syariah.
Sekitar 200 peserta dari Pekalongan, Batang, Pemalang, Tegal hingga Semarang mengikuti perlombaan yang mempertandingkan 12 kelas, mulai Murai Batu, Murai Muda, Cucak Ijo, Kacer, hingga Cendet. Antusiasme peserta bahkan membuat seluruh tiket lomba habis terjual sebelum pelaksanaan.
Koordinator lomba, Erik Kantona, mengatakan tingginya minat peserta menunjukkan besarnya animo komunitas terhadap konsep yang dihadirkan pada Piala SBS tahun ini.
"Hampir semua kelas penuh. Bahkan masih banyak peserta yang mencari tiket, tetapi kami tidak membuka kelas tambahan," ujarnya.
Panitia menyediakan total hadiah sekitar Rp25 juta berupa uang tunai, trofi eksklusif, dan piagam. Namun, nilai utama kegiatan ini tidak hanya terletak pada kompetisi, melainkan pada manfaat sosial yang dihasilkan.
Seluruh biaya pendaftaran peserta yang terkumpul, diperkirakan mencapai Rp25 juta hingga Rp27 juta, disalurkan untuk program wakaf produktif melalui Yayasan Wakaf Kaum Dhuafa. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pengadaan bibit pangan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.
Menurut Erik, konsep tersebut merupakan hasil sinergi bersama KPw BI Tegal dalam mengedukasi masyarakat bahwa kegiatan komunitas juga dapat menjadi media berbagi dan memperkuat ekonomi syariah.
"Semua uang pendaftaran kami sumbangkan untuk wakaf. Jadi peserta tidak hanya ikut lomba, tetapi juga sekaligus bersedekah," katanya.
Di tengah persaingan yang berlangsung ketat, Murai Batu bernama Kingdom milik Edi Budiarso, peserta asal Kajen, Kabupaten Pekalongan, berhasil tampil sebagai salah satu burung terbaik setelah meraih kemenangan pada tiga dari empat kelas yang diikuti.
Melalui kolaborasi ini, KPw BI Tegal berharap edukasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah dapat menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk komunitas hobi. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya memberikan hiburan dan prestasi bagi peserta, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial melalui penguatan wakaf produktif bagi masyarakat.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah Jawa |
| 15:00 | Cahaya Rohani |
| 15:30 | Podcast Putih Abu |
| 16:00 | Narasehat |
| 16:30 | Besti |
| 17:00 | Healing |
| 17:30 | Iqro |
| 18:00 | Mutiara Hikmah |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | She Magazine (VOA) |
| 20:30 | Matari |
| 21:00 | Wayang |