Jalan sehat yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Bubur Suro Krapyak berkolaborasi dengan Syariah Festival Ekonomi Tegal (Syafaat) 2026 berhasil menarik antusiasme masyarakat. Sekitar 1.000 warga mengikuti kegiatan tersebut setelah berpartisipasi dalam wakaf dan infak digital melalui pemindaian QR Code.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Krapyak, Kota Pekalongan, Minggu (12/7), menjadi salah satu upaya memperkenalkan literasi keuangan syariah kepada masyarakat melalui cara yang sederhana dan aplikatif. Selain berolahraga, peserta juga memperoleh edukasi mengenai transaksi digital menggunakan QRIS, Gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah, serta wakaf produktif.
Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Agung Sukmohadi, mengatakan seluruh kupon jalan sehat yang disediakan habis dibagikan kepada masyarakat yang telah melakukan wakaf atau infak digital.
"Kupon yang disediakan sekitar 1.000 lembar habis seluruhnya. Artinya sekitar 1.000 warga ikut berwakaf benih padi Salim sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan pagi ini," ujarnya.
Menurut Agung, rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan jalan sehat, tetapi juga senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, lomba kicau mania, hingga stan edukasi kebanksentralan dan literasi keuangan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pentingnya penggunaan transaksi digital sekaligus pemanfaatan wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi.
Ketua Panitia Festival Bubur Suro 2026, Muhammad Iskandar, menjelaskan jalan sehat merupakan agenda baru yang pertama kali digelar dalam Festival Bubur Suro berkat kolaborasi dengan Bank Indonesia Tegal dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan.
Ia menjelaskan, peserta memperoleh kupon undian setelah melakukan pemindaian QR Code untuk berwakaf atau berinfak dengan nominal seikhlasnya. Selain kupon doorprize, peserta juga mendapatkan voucher belanja yang dapat digunakan di sekitar 70 tenant UMKM yang mengikuti festival.
"Tujuan utamanya adalah memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Setelah melakukan scan wakaf atau infak, peserta memperoleh kupon doorprize sekaligus voucher belanja yang bisa digunakan di tenant UMKM," jelasnya.
Rute jalan sehat mengelilingi kawasan Krapyak, melewati Kampung Batik dan Taman Slamaran sebelum kembali ke Lapangan Krapyak. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi.
Salah satu peserta yang beruntung adalah Hamidah (43), buruh asal Krapyak Kidul. Ia berhasil membawa pulang hadiah utama berupa sepeda listrik setelah nomor kupon miliknya diumumkan sebagai pemenang.
Hamidah mengaku tidak menyangka impiannya memiliki sepeda listrik akhirnya terwujud melalui kegiatan tersebut. Sepeda listrik itu rencananya akan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk mengantar anaknya ke sekolah.
Melalui kolaborasi Festival Bubur Suro dan Syafaat 2026, penyelenggara berharap masyarakat semakin mengenal transaksi digital, memahami manfaat wakaf produktif, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM di Kota Pekalongan.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah Jawa |
| 15:00 | Cahaya Rohani |
| 15:30 | Podcast Putih Abu |
| 16:00 | Narasehat |
| 16:30 | Besti |
| 17:00 | Healing |
| 17:30 | Iqro |
| 18:00 | Mutiara Hikmah |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | She Magazine (VOA) |
| 20:30 | Matari |
| 21:00 | Wayang |