Kab Batang – Berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), KEK Industropolis Batang terus berkembang dengan menghadirkan berbagai ruang yang mendukung aktivitas masyarakat, termasuk di sektor pariwisata, seni, dan budaya.
Di tengah geliat perkembangan kawasan industri, KEK Industropolis Batang menghadirkan ruang publik berupa Amphitheater yang menawarkan panorama Laut Jawa. Fasilitas tersebut juga dilengkapi helipad dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan publik maupun pertunjukan.
Pemanfaatan fasilitas tersebut salah satunya terlihat dalam Pagelaran Tari Nusantara yang digelar secara gratis sebagai puncak acara TENANT FESTA #2. Lebih dari 10 ribu pengunjung memadati area Amphitheater untuk menyaksikan pertunjukan seni dan budaya, sekaligus menikmati suasana kawasan dengan latar panorama Laut Jawa.
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, mengatakan pemanfaatan Amphitheater menjadi salah satu bentuk pengembangan kawasan yang diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun pengunjung.
“KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi kawasan untuk aktivitas industri, tetapi juga memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Dengan adanya Amphitheater ini, kami ingin menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika berkunjung ke kawasan, sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki KEK Industropolis Batang,” tuturnya.
Mengusung semangat “Seni, Tradisi, Budaya, Warisan untuk Masa Depan”, pagelaran tersebut menghadirkan beragam kesenian Nusantara. Sejumlah pertunjukan yang ditampilkan di antaranya Tari Kongkorongok, Tari Merak, Tari Mardika Nusantara, serta penampilan live Kusuma Wijaya oleh Pawestri dengan melibatkan Sanggar Prastikasmara dan Subuh Batang.
Perpaduan seni tari, musik, dan suasana kawasan yang berada di tepi Laut Jawa menciptakan pengalaman pertunjukan yang berbeda bagi para pengunjung. Amphitheater KEK Industropolis Batang pun tidak sekadar menjadi fasilitas pendukung aktivitas kawasan, tetapi juga hadir sebagai ruang terbuka yang mampu menjadi titik berkumpul masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman seni dan budaya di tengah perkembangan kawasan industri.
Antusiasme lebih dari 10 ribu pengunjung yang memenuhi area Amphitheater menjadi gambaran bahwa perkembangan kawasan industri dapat berjalan berdampingan dengan ruang sosial, seni, dan budaya. Kehadiran pertunjukan tersebut sekaligus memperkenalkan wajah KEK Industropolis Batang kepada masyarakat secara lebih luas.
Momentum ini menunjukkan bahwa KEK Industropolis Batang tidak hanya memiliki aktivitas industri, tetapi juga ruang yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan berbagai kegiatan dan pengalaman publik.
Dengan panorama Laut Jawa yang menjadi latar, Amphitheater KEK Industropolis Batang bukan sekadar lokasi pertunjukan. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengalaman masyarakat yang berkunjung dari berbagai daerah, sekaligus memperkuat daya tarik kawasan sebagai ruang yang terbuka, dinamis, dan dekat dengan masyarakat.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah (siang) |
| 15:30 | Innovator (DW) |
| 16:00 | REV (DW) |
| 16:30 | Gerak dan Gaya |
| 17:30 | Anjang Desa |
| 18:00 | Pojok Terampil |
| 18:30 | De Journey |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | Expose |
| 21:00 | Wayang |