Pasar modal syariah mulai dikenalkan lebih dekat kepada kalangan santri. Sebanyak 200 rekening efek syariah dibuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Syariah Terpadu 2026 melalui program Capital Market Goes to Community di Pondok Modern Tazakka, Bandar, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Az-Zaky, Pondok Modern Tazakka, tersebut diikuti para santri, pengasuh, pengurus pondok, serta masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal syariah sekaligus membangun budaya investasi yang sehat di kalangan generasi muda.
Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, mengatakan edukasi mengenai keuangan dan investasi sangat penting, terlebih Islam telah memberikan perhatian besar terhadap persoalan pengelolaan harta.
Menurutnya, terdapat banyak ayat Al-Qur'an yang membahas persoalan keuangan, mulai dari bagaimana memperoleh, mengelola, menggunakan hingga menginvestasikan harta.
"Keuangan itu adalah salah satu dari lima sentral dalam Al-Qur'an. Ada lebih dari 200 ayat yang bicara tentang keuangan dalam segala bentuknya," kata K.H. Anang.
Ia mencontohkan Surat Al-Baqarah ayat 282 yang merupakan ayat terpanjang dalam Al-Qur'an dan berbicara mengenai muamalah, khususnya persoalan utang piutang. Hal itu, menurutnya, menunjukkan bahwa Islam telah memberikan kerangka prinsip dalam pengelolaan transaksi keuangan.
K.H. Anang juga menekankan pentingnya memastikan harta dikelola oleh pihak yang memiliki kompetensi dan akuntabilitas. Prinsip tersebut, menurutnya, sejalan dengan pentingnya kehati-hatian dalam memilih lembaga maupun instrumen investasi.
"Jangan kau serahkan hartamu untuk dikelola oleh orang-orang yang tidak kompeten, tidak akuntabel dan tidak punya trust," ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan keuangan dalam perspektif Islam tidak cukup hanya memperhatikan aspek halal, tetapi juga harus memenuhi unsur thayyib dan menghasilkan keberkahan.
Karena itu, menurutnya, masyarakat perlu memiliki keseimbangan dalam mengelola harta. Tidak berlebihan dalam membelanjakan, namun juga tidak bersikap kikir. Prinsip tersebut sekaligus mengajarkan pentingnya kehati-hatian dan manajemen risiko dalam pengelolaan keuangan.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK RI, Hasan Fawzi, mengatakan edukasi pasar modal syariah menjadi penting untuk membekali generasi muda agar mampu mengambil keputusan investasi secara bijak.
Ia mengapresiasi Pondok Modern Tazakka yang dinilai memiliki potensi besar dalam menyebarluaskan literasi keuangan kepada komunitas yang lebih luas.
Hasan menilai perkembangan pesantren tidak hanya berkaitan dengan pendidikan agama, tetapi juga telah menunjukkan kemampuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia menyebut para santri Tazakka telah menorehkan berbagai prestasi hingga tingkat nasional dan internasional. Salah satunya melalui perolehan medali emas dalam Indonesia International Invention Expo 2026 melalui pengembangan robot berbasis kecerdasan buatan atau AI.
"Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk memberi pemahaman mengenai keuangan, khususnya pasar modal syariah, kepada seluruh santri dan pimpinan pengurus Pondok Pesantren Tazakka," katanya.
Hasan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan tinggi. Menurutnya, perkembangan teknologi digital turut membuka ruang bagi munculnya berbagai investasi ilegal dan praktik penipuan berkedok investasi.
Berbagai modus seperti skema Ponzi, binary option, hingga pinjaman daring ilegal, kata dia, telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Bahkan, label "syariah" sekalipun tidak otomatis menjamin sebuah produk keuangan telah memiliki legalitas dan terbebas dari risiko.
"Label berbasis syariah, aman, menguntungkan, atau diawasi otoritas tidak otomatis menunjukkan bahwa produk itu telah memiliki legalitas izin dan praktiknya sesuai ketentuan," tegas Hasan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya melihat label syariah maupun besarnya keuntungan yang ditawarkan, tetapi juga memastikan legalitas dan kewajaran imbal hasil investasi.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan mengatakan pembukaan rekening efek syariah bagi para santri menjadi langkah awal untuk mengenalkan investasi pasar modal sejak dini.
"Insyaallah dengan kehadiran banyak sekali para santri muda, pemahaman ini akan diperoleh dan mereka nantinya menjadi duta-duta literasi keuangan investasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya.
Menurut Hasan, pemilihan Pondok Modern Tazakka sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Pondok tersebut memiliki sekitar 1.000 santri yang menetap dan mempunyai jaringan kerja sama dengan sekitar 500 pesantren.
Dengan jejaring tersebut, OJK berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti di lingkungan Tazakka, tetapi dapat diteruskan kepada komunitas pesantren lainnya.
"Harapannya kegiatan hari ini tidak berhenti hanya untuk Pondok Modern Tazakka saja.
Melalui jaringannya dan sinergi dengan pondok pesantren lainnya, ilmu ini juga akan tersebar sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan para santri lainnya," jelasnya.
Hasan menambahkan, program Capital Market Goes to Community memang dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari komunitas hobi, yayasan, penggiat seni dan musik, hingga alumni perguruan tinggi dan pesantren.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengubah pola pikir masyarakat dari saving society atau masyarakat yang hanya berorientasi menabung, menjadi investing society, yakni masyarakat yang memahami pentingnya investasi sekaligus mampu mengelola risikonya.
Dengan edukasi tersebut, OJK berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memahami investasi pasar modal secara benar, mengenali produk yang legal dan sesuai prinsip syariah, serta tidak mudah terjebak dalam investasi ilegal maupun penipuan berkedok keuntungan tinggi.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah (siang) |
| 15:30 | Innovator (DW) |
| 16:00 | CEK IN (DW) |
| 16:30 | Sportframe |
| 17:00 | Before After |
| 17:30 | Iqro |
| 18:00 | Icip-icip |
| 18:30 | Peluang |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | Expose2 |
| 21:00 | Wayang |