Tak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai berinvestasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri pasar modal mendorong masyarakat membangun kebiasaan investasi secara rutin dan terencana melalui Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana.
Program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas partisipasi masyarakat di pasar modal sekaligus membangun kebiasaan investasi jangka panjang. Hal itu disampaikan dalam Media Gathering yang digelar di Meeting Room Hotel Aston, Senin malam, 5 Oktober 2026.
Direktur Eksekutif Dewan APRDI (Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia), Mauldy Rauf Makmur, mengatakan PINTAR Reksa Dana hadir untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya investasi secara berkala, bukan sekadar menunggu memiliki dana besar atau menunggu kondisi pasar tertentu.
“PINTAR Reksa Dana itu bagaimana kita mengajarkan atau menginformasikan kepada investor bahwa kalau investasi itu harus berkala,” ujar Mauldy.
Menurut dia, investasi berkala dapat dilakukan dengan menyisihkan sejumlah dana secara rutin, kemudian menginvestasikannya ke reksa dana sesuai tujuan dan profil risiko. Cara tersebut dinilai membantu masyarakat lebih disiplin dalam membangun aset untuk kebutuhan jangka panjang.
Mauldy menjelaskan, reksa dana dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang belum memiliki cukup pengetahuan atau waktu untuk memilih sendiri berbagai instrumen pasar modal. Dalam reksa dana, dana investor dikelola oleh Manajer Investasi dan disimpan melalui Bank Kustodian.
Ia mengibaratkan reksa dana seperti menggunakan bus saat melakukan perjalanan. Investor tidak perlu mengemudikan kendaraan sendiri karena terdapat Manajer Investasi yang mengelola portofolio sesuai tujuan investasi.
“Kalau investasi di pasar modal sendiri, kita seperti menyetir mobil sendiri. Sedangkan reksa dana seperti naik bus. Kita tinggal menjadi penumpang, kemudian ada yang menyetir,” jelasnya.
Pilihan produk reksa dana juga beragam, mulai dari Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran hingga Reksa Dana Saham. Investor dapat memilih produk berdasarkan tujuan investasi, jangka waktu, serta tingkat risiko yang mampu ditanggung.
Mauldy mengatakan investasi reksa dana juga dapat dimulai dengan nominal yang relatif terjangkau. Bahkan, dalam program PINTAR Reksa Dana, masyarakat dapat membangun kebiasaan investasi melalui setoran berkala sesuai kemampuan.
Selain program umum yang dapat diikuti masyarakat luas, terdapat PINTAR Si Muda Investasi yang menyasar kelompok usia 18 hingga 30 tahun, termasuk pelajar dan mahasiswa. Program tersebut mendorong generasi muda mulai menyisihkan uang secara rutin untuk investasi, dengan pilihan produk yang diarahkan pada reksa dana pasar uang.
“PINTAR Reksa Dana itu ada dua. Yang pertama PINTAR Reksa Dana yang umum, boleh siapa saja. Yang kedua Si Muda Investasi, yang memang menyasar umur 18 sampai 30 tahun,” kata Mauldy.
Ia menambahkan, tujuan utama program tersebut bukan sekadar meningkatkan jumlah investor, tetapi membangun perilaku investasi yang sehat. Masyarakat didorong memiliki tujuan finansial yang terukur, disiplin berinvestasi, meningkatkan kekayaan secara bertahap, sekaligus melakukan diversifikasi.
Di tengah semakin maraknya tawaran investasi, Mauldy juga mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis.
Masyarakat diminta memastikan produk dan pihak yang menawarkan investasi memiliki izin dari regulator serta tidak mudah percaya terhadap tawaran keuntungan yang tidak masuk akal.
“Legal itu ada izinnya dari otoritas atau regulator, yaitu OJK. Kemudian produknya juga harus logis. Kalau ada yang menjanjikan hasil 50 persen bahkan 100 persen dalam sebulan, itu contoh yang tidak logis,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Direktorat Analisis dan Informasi Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK RI, Bayu Samodro, mengatakan perkembangan pasar modal Indonesia sepanjang 2026 masih diwarnai berbagai dinamika global dan domestik.
Gejolak geopolitik, perang dagang, kenaikan harga energi, kebijakan moneter negara-negara utama, hingga rebalancing portofolio investor global sempat memberikan tekanan terhadap pasar modal nasional.
Namun, Bayu menyebut kondisi pasar mulai menunjukkan pemulihan setelah OJK dan pemangku kepentingan pasar modal mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk memperkuat transparansi dan integritas pasar.
“Pasar sudah mulai menerima. Jadi terjadi istilahnya indeks new normal. Pasar sudah mulai naik indeksnya sampai di sekitar 6.000-an,” ungkap Bayu.
Hingga 30 September 2026, posisi IHSG berada di level 6.071. Bayu menilai perkembangan tersebut menunjukkan pasar modal nasional tetap memiliki peluang untuk tumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Di sisi lain, Ketua Panitia HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, Dharma Setyadi, mengatakan edukasi menjadi bagian penting dalam memperluas literasi dan inklusi pasar modal. Terlebih, mayoritas investor baru saat ini berasal dari kalangan generasi muda.
Karena itu, berbagai kegiatan edukasi terus dilakukan di sekolah, kampus, organisasi, komunitas maupun lingkungan perkantoran. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia.
“OJK bersama SRO dan juga seluruh stakeholder pasar modal tentunya terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi pasar modal melalui acara-acara seperti ini,” ujar Dharma.
Menurut Dharma, rangkaian HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia tahun ini mengusung tema “Pasar Modal Indonesia Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Terpercaya dan Tangguh”. Sejumlah kegiatan digelar, di antaranya Capital Market Summit & Expo, IDX Expo, Sekolah Pasar Modal untuk Negeri, Capital Market Goes to Office, serta Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu.
Melalui berbagai program tersebut, industri pasar modal diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan jumlah investor, tetapi juga membentuk investor yang memahami risiko, memiliki tujuan investasi, serta mampu berinvestasi secara disiplin dan berkelanjutan.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah (siang) |
| 15:30 | Innovator (DW) |
| 16:00 | CEK IN (DW) |
| 16:30 | Sportframe |
| 17:00 | Before After |
| 17:30 | Iqro |
| 18:00 | Icip-icip |
| 18:30 | Peluang |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | Expose2 |
| 21:00 | Wayang |