Lewat Kebaya, Zaline Gaungkan Semangat Kartini Masa Kini Untuk Budaya Dan UMKM
M. Seif Robbani   |   20/04/2026 - 10:22 WIB
Lewat Kebaya, Zaline Gaungkan Semangat Kartini Masa Kini Untuk Budaya Dan UMKM

Pekalongan - Ajang Putri Kebaya Indonesia kembali menjadi panggung lahirnya generasi muda inspiratif yang tidak hanya mengedepankan penampilan, tetapi juga membawa misi budaya dan sosial. Dari puluhan finalis yang berasal dari berbagai penjuru Tanah Air, sosok Zeline Queensha Az Zahra, gadis cilik berusia 6 tahun asal Pekalongan, berhasil mencuri perhatian.

Zeline kini melaju sebagai finalis dan dijadwalkan tampil pada Grand Final Nasional Juli 2026 mendatang sebagai perwakilan Jawa Tengah 3. Dalam kompetisi ini, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan catwalk, public speaking, dan bakat, tetapi juga dari kepribadian serta aksi nyata dalam melestarikan budaya kebaya.

Di balik langkah kecilnya menuju panggung nasional, tersimpan semangat besar yang ia bawa. Zeline tidak sekadar mengikuti ajang, tetapi juga membawa misi budaya melalui program yang ia gagas sendiri, yakni “Kebaya Kids Corner”.

Perjalanan menuju titik ini pun tidak mudah. Ia harus melewati berbagai tahapan seleksi yang panjang, mulai dari penyisihan hingga akhirnya berhasil masuk sebagai finalis nasional. 

Dukungan penuh keluarga, terutama sang ibu, menjadi salah satu kekuatan utama dalam perjalanan tersebut.

Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terasa hidup dalam sosok Zeline. Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah berani mengambil peran sebagai pelopor pelestarian budaya sekaligus agen perubahan sosial di lingkungannya.

Dalam wawancara singkat, Zeline menyampaikan harapannya dengan polos namun penuh makna.

“Aku mohon doa dan restunya ya, supaya Zeline bisa memberikan yang terbaik di Putri Kebaya Indonesia. Zeline ingin menang supaya bisa membanggakan Pekalongan dan Jawa Tengah,” ucapnya dengan penuh semangat.

Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaannya bukan semata untuk meraih gelar.

“Zeline ingin terus melestarikan budaya kebaya dan membantu UMKM supaya lebih dikenal banyak orang,” lanjutnya.


Gadis cilik yang memiliki cita-cita menjadi dokter ini juga mengaku senang bisa berbagi dengan sesama melalui kegiatan sosial yang selama ini ia jalankan. 

Baginya, membantu orang lain adalah bagian penting dari perjalanan yang ia tempuh.

Sang ibu, Dewi Susilowati, mengungkapkan bahwa perjalanan Zeline hingga ke tingkat nasional merupakan hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan.

“Zeline sudah melewati rangkaian panjang dari awal babak penyisihan sampai akhirnya bisa masuk ke tahap ini. Tentu sebagai orang tua kami sangat bersyukur dan bangga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keluarga selalu mendukung setiap kegiatan positif yang dilakukan putrinya.

“Kami selalu mendukung apa pun kegiatan positif Zeline. Yang penting tetap dalam pengawasan dan bisa memberikan manfaat, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain,” jelasnya.

Dewi juga mengungkapkan bahwa bakat Zeline sudah terlihat sejak dini.

“Selain modeling, Zeline juga memiliki minat dan kemampuan di bidang musik, seperti bermain keyboard. Kami hanya berusaha mengarahkan dan mendampingi agar potensinya bisa berkembang dengan baik,” tambahnya.

Menurutnya, yang paling penting bukan hanya prestasi, tetapi bagaimana Zeline dapat tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Melalui Kebaya Kids Corner, Zeline mengusung misi 3B yang menjadi fondasi seluruh kegiatannya.

Pada aspek Berbicara, ia aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya, khususnya kepada anak-anak dan perempuan. Edukasi ini juga dilakukan melalui platform digital seperti podcast di kanal YouTube Kebaya Kids Corner.

Pada aspek Bergerak, Zeline terlibat langsung dalam berbagai kegiatan seni dan budaya. Ia membiasakan penggunaan kebaya serta menyalurkan bakatnya melalui musik, seperti menyanyikan lagu keroncong dan bermain alat musik.

Sementara itu, pada aspek Berbagi, Zeline telah melakukan berbagai aksi sosial, mulai dari pembagian sembako kepada tukang becak hingga bantuan untuk kaum dhuafa di lingkungan sekitarnya.

Komitmen Zeline terhadap budaya dan masyarakat terlihat jelas dalam kegiatan bertajuk “Kartini Masa Kini: Berkebaya & Berdaya!” yang digelar di Bazar Kuliner Legendaris Bakul Laris, Wonopringgo.


Dalam kegiatan tersebut, ia menghadirkan konsep “Pedagang Berkebaya”, di mana para pelaku UMKM diajak mengenakan kebaya saat berjualan kuliner tradisional khas daerah. 

Konsep ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjadi strategi promosi yang unik dan menarik perhatian pengunjung.

Selain itu, Zeline juga membagikan bingkisan kepada para pelaku UMKM sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Koordinator penggiat UMKM, Ernawati, menyampaikan bahwa kolaborasi ini memberikan dampak nyata. Pendekatan budaya dinilai mampu meningkatkan daya tarik sekaligus memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha lokal.

Antusiasme masyarakat yang tinggi dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perpaduan antara budaya dan ekonomi lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Sebelum melangkah ke ajang ini, Zeline telah lebih dulu menorehkan berbagai prestasi nasional, di antaranya sebagai Icon Pesona Wastra Indonesia 2025 dan Little Miss Indonesian Cultural 2024. Ia juga kerap tampil sebagai bintang tamu di berbagai acara televisi di Semarang serta sejumlah hotel ternama.

Namun lebih dari sekadar prestasi, kehadiran Zeline membawa pesan kuat bahwa kebaya bukan hanya busana tradisional, melainkan simbol identitas, kebanggaan, dan pemberdayaan.

Di usianya yang masih sangat belia, Zeline membuktikan bahwa langkah kecil dapat membawa dampak besar. 

Dengan semangat, kepedulian, dan keberanian, ia menjadi gambaran nyata bahwa generasi muda mampu menjadi pelopor perubahan.

Kini, langkahnya menuju Grand Final bukan hanya tentang meraih mahkota, tetapi juga tentang membawa harapan bahwa budaya Indonesia akan terus hidup, berkembang, dan dicintai oleh generasi penerusnya.

Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Selasa
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 Innovator (DW)
16:00 REV (DW)
16:30 Gerak dan Gaya
17:30 Anjang Desa
18:00 Pojok Terampil
18:30 De Journey
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Expose
21:00 Wayang
Banner Iklan