Solusi Lindungi Pantura dari Rob dan Abrasi, Rizal Bawazier : Pembangunan Giant Sea Wall di Pekalongan-Batang Kita Kawal Serius
Tim Liputan BatikTV   |   04/04/2026 - 00:12 WIB
Solusi Lindungi Pantura dari Rob dan Abrasi, Rizal Bawazier : Pembangunan Giant Sea Wall di Pekalongan-Batang Kita Kawal Serius

Solusi Lindungi Pantura dari Rob dan Abrasi, Rizal Bawazier : Pembangunan Giant Sea Wall di Pekalongan-Batang Kita Kawal Serius

Pekalongan — Pembangunan tanggul laut Pantai Utara (Pantura) Jawa kembali menguat sebagai proyek prioritas nasional, dengan wilayah Pekalongan hingga Batang Barat masuk dalam peta awal.

Hal itu disampaikan Anggota DPR RI, Rizal Bawazier, di Masjid At-Tanwir, Kabupaten Batang, Jumat (3/4/2026)

Rizal menyebut, usulan wilayah tanggul laut di Pantura kini mengarah dari Ulujami, Kabupaten Pemalang, hingga Batang bagian barat.“Pekalongan itu kita mintanya nanti dari Ulujami sampai Batang Barat,” ujarnya.

Ia mengakui, wilayah Batang Barat menjadi salah satu titik yang paling terdampak, terutama akibat rob dan abrasi yang semakin parah. Meski demikian, panjang pasti tanggul laut di wilayah Batang masih dalam tahap kajian teknis. “Saya belum ngukur, tapi Batang Barat itu yang kemarin parah,” katanya.

Rizal menjelaskan, pembangunan Giant Sea Wall (GSW) akan dilakukan secara bertahap dengan sistem prioritas wilayah.

Menurutnya, secara konsep, tanggul laut direncanakan membentang panjang dari Banten hingga Gresik.

Namun, keterbatasan waktu dan anggaran membuat pemerintah harus menentukan titik prioritas terlebih dahulu.

“Kalau kita tunggu semua selesai dari Banten sampai Gresik, Pekalongan kapan dapatnya, makanya kita minta prioritas,” tegasnya.

Terkait kemungkinan perluasan ke wilayah Batang Timur, Rizal menyebut hal itu bergantung pada tingkat keparahan dampak di lapangan.

Jika kondisi dinilai mendesak, maka proyek dapat diperpanjang ke wilayah tersebut.

“Kalau memang harus diperpanjang sampai Batang Timur, nanti dilihat seberapa parahnya,” ujarnya.

Namun hingga kini, jadwal pasti dimulainya proyek tanggul laut masih belum ditetapkan.

Rizal menegaskan bahwa proyek ini merupakan komitmen besar pemerintah yang tetap harus dikawal bersama.

Ia juga mengakui kondisi fiskal nasional saat ini menjadi tantangan tersendiri.

“Ini angka besar, apalagi sekarang anggaran diefisiensikan, tapi prinsipnya pemerintah ingin membantu,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga telah mengusulkan agar Pekalongan masuk dalam prioritas pembangunan Giant Sea Wall tahap pertama.

Usulan tersebut disampaikan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).

Dody menyoroti kondisi Pekalongan yang sebagian wilayahnya sudah berada di bawah permukaan air laut.

“Pekalongan itu sudah di bawah muka air laut, jadi perlu diprioritaskan,” ujarnya.

Pembangunan tanggul laut raksasa ini dinilai sangat penting untuk melindungi kawasan Pantura Jawa.

Wilayah ini diketahui memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Data menyebut, Pantura menyumbang sekitar 368,3 miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dengan urgensi tersebut, proyek Giant Sea Wall diharapkan tidak hanya menjadi solusi banjir rob dan abrasi, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Sabtu
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 Gerak dan Gaya
16:30 Sosok
17:00 Komunitas Tanpa Batas
17:30 Glow Up
18:00 De Journey
18:30 Info Mase
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Musiklopedia
21:00 Wayang
Banner Iklan