Siswi SMA Negeri 1 Pekalongan Raih Juara 1 Fotografi FLS3N Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026
Agus Romi Haryatno   |   28/07/2026 - 15:10 WIB
Siswi SMA Negeri 1 Pekalongan Raih Juara 1 Fotografi FLS3N Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026

Kabar membanggakan kembali datang dari SMA Negeri 1 Pekalongan. Prestasi membanggakan dipersembahkan oleh Thifal Qurraru'ain, siswi kelas XII Kartini 2, yang berhasil meraih Juara 1 Cabang Fotografi pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan di Kota Surakarta (Solo) pada 20–25 Juli 2026 dan diikuti oleh peserta terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Keberhasilan tersebut mengantarkan Thifal sebagai wakil Provinsi Jawa Tengah untuk berlaga pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Nasional Tahun 2026.

FLS3N merupakan ajang pengembangan talenta yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan sebagai ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan karakter melalui seni dan sastra. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, komunikatif, serta mampu mengapresiasi keberagaman budaya Indonesia.

Pada cabang fotografi, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan foto yang memiliki kualitas estetika tinggi. FLS3N menerapkan konsep photo story, yaitu penyajian sembilan karya fotografi yang saling berkaitan dalam satu tema sehingga membentuk sebuah narasi visual yang utuh. Kesembilan foto tersebut harus mampu menceritakan suatu fenomena, aktivitas, atau nilai budaya secara runtut, layaknya sebuah cerita yang disampaikan melalui bahasa visual.

Setiap rangkaian foto juga wajib dilengkapi dengan caption yang menjelaskan konteks, alur cerita, serta makna yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, penilaian tidak hanya berfokus pada aspek teknis fotografi seperti komposisi, pencahayaan, perspektif, dan ketepatan momen, tetapi juga pada kedalaman riset, kekuatan narasi, sensitivitas budaya, serta kemampuan peserta membangun literasi visual melalui karya yang dihasilkan.

Melalui karya photo story yang mengangkat kekayaan budaya daerah, Thifal berhasil menghadirkan sembilan foto yang saling terhubung menjadi sebuah kisah visual yang utuh. Setiap bingkai tidak hanya merekam aktivitas masyarakat, tetapi juga merepresentasikan nilai, tradisi, dan identitas budaya yang hidup di tengah masyarakat. Didukung dengan caption yang informatif dan reflektif, karya tersebut dinilai mampu menyampaikan pesan secara kuat sehingga memperoleh apresiasi tertinggi dari dewan juri.

Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses pembelajaran yang panjang, ketekunan dalam berlatih, serta keberanian untuk terus mengeksplorasi ide dan perspektif baru. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa fotografi bukan sekadar keterampilan teknis mengoperasikan kamera, melainkan kemampuan mengamati realitas, memahami konteks sosial-budaya, serta mengomunikasikan gagasan melalui narasi visual yang bermakna.

Keberhasilan Thifal juga tidak terlepas dari pendampingan Edi Susilo, selaku pembina cabang fotografi SMA Negeri 1 Pekalongan. Melalui proses pembinaan yang berorientasi pada eksplorasi ide, penguatan konsep, dan pendalaman cerita visual, beliau membimbing peserta didik agar mampu menghasilkan karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan kultural.

Menurut Edi Susilo, fotografi merupakan media pembelajaran yang mampu membangun kepekaan peserta didik terhadap lingkungan dan kehidupan di sekitarnya.

"Fotografi mengajarkan kita untuk melihat lebih dalam sebelum memotret. Prestasi tidak lahir dari kamera yang mahal, melainkan dari kepekaan, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar. Saya selalu percaya, hobi yang ditekuni dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya menjadi prestasi."

Kepala SMA Negeri 1 Pekalongan beserta seluruh keluarga besar sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih Thifal. Prestasi ini menjadi bukti bahwa ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan talenta peserta didik mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, adaptif, dan berdaya saing. Lebih dari sekadar sebuah kemenangan, prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan minat dan bakatnya, berani berkarya, serta menjadikan setiap proses belajar sebagai kesempatan untuk menghasilkan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Selanjutnya, seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Pekalongan memberikan doa dan dukungan penuh kepada Thifal Qurraru'ain agar senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan hasil terbaik saat mewakili Provinsi Jawa Tengah pada FLS3N Tingkat Nasional Tahun 2026.

Semoga langkah ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak insan muda yang mampu memotret Indonesia melalui perspektif yang humanis, kritis, dan penuh makna, sekaligus mengharumkan nama sekolah, Kota Pekalongan, dan Provinsi Jawa Tengah di tingkat nasional.

SMA Negeri 1 Pekalongan merupakan satuan pendidikan yang berkomitmen membangun budaya belajar yang unggul melalui pengembangan prestasi akademik maupun nonakademik. Dengan semangat "Top of The Top • Best of The Best • Viva Smansa", sekolah terus mendorong peserta didik untuk bertumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, kreatif, dan berwawasan global tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.


Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Rabu
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 Dolan Paud
16:00 Kajian Islam
17:00 Icip-icip
17:30 Before After
18:00 Indonesiana
18:30 Besti
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Innovator (DW)
20:30 Corat Coret (PFN)
21:00 Wayang
Banner Iklan