PEKALONGAN – Upaya nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir terus digalakkan oleh berbagai kalangan di Kota Pekalongan. Kali ini, sebanyak 60 siswa dari 28 organisasi madrasah turun langsung ke lapangan untuk melakukan aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Pekalongan, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari implementasi program "Ecotheology" yang dicanangkan oleh Kementerian Agama. Konsep ini menekankan pada integrasi nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab melestarikan lingkungan hidup.
Kepala MAN 1 Pekalongan Mimbar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Latihan Dasar Kepemimpinan, sekaligus implementasi dari 8 prioritas Kementerian Agama. Pemilihan mangrove dilakukan karena tanaman ini memiliki peran vital sebagai benteng alami untuk menahan laju abrasi yang kerap mengancam wilayah pesisir Pekalongan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli dan tanggap terhadap isu lingkungan sejak dini.
"Kami ingin menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan siswa madrasah. Melalui Ecotheology, siswa belajar bahwa menjaga lingkungan adalah salah satu bentuk ibadah dan tanggung jawab moral kita sebagai manusia," ujar Mimbar saat ditemui di lokasi.
Salah satu siswa yang terlibat, Muhammad Rasa, mengaku sangat antusias mengikuti agenda tersebut. Baginya, terjun langsung ke lapangan memberikan pemahaman baru mengenai betapa rentannya kondisi pesisir akibat abrasi dan rob yang sering melanda wilayah tempat tinggalnya.
"Sangat senang bisa berkontribusi langsung. Kami jadi lebih paham betapa pentingnya pohon mangrove ini untuk masa depan pantai kita agar tidak terus terkikis air laut. Semoga bibit yang kami tanam hari ini bisa tumbuh besar dan memberikan manfaat bagi warga sekitar," ungkap Rasa.
Aksi penanaman ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya mitigasi bencana abrasi dan mendukung program nasional dalam penghijauan pesisir. Ke depannya, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat dan generasi muda untuk menciptakan lingkungan Pekalongan yang lebih hijau dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah (siang) |
| 15:30 | Innovator (DW) |
| 16:00 | REV (DW) |
| 16:30 | Gerak dan Gaya |
| 17:30 | Anjang Desa |
| 18:00 | Pojok Terampil |
| 18:30 | De Journey |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | Expose |
| 21:00 | Wayang |