KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia – Jepang
M. Seif Robbani   |   31/05/2026 - 14:28 WIB
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia – Jepang


Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang secara

resmi memperkuat posisinya di panggung internasional melalui rangkaian agenda

strategis di Jepang. Puncaknya ditandai dengan partisipasi aktif dalam Investment

Business Forum Indonesia – Japan yang diselenggarakan pada 22 Mei 2026 secara

kolaboratif bersama KBRI Tokyo, Bank Indonesia (BI) Tokyo, IIPC Tokyo (BKPM),

dan JETRO di Bellesalle Kanda, Tokyo. Rangkaian kegiatan ini mengusung misi besar

untuk memperkenalkan potensi investasi serta memikat minat para pelaku industri

global pada sektor High-Tech Industry.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan jangka panjang, manajemen KEK

Industropolis Batang juga melaksanakan kunjungan komparatif ke Tsukuba Science

City guna mengadopsi standar internasional demi mewujudkan kawasan industri masa

depan yang berkelanjutan di Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengkaji

keberhasilan integrasi antara kawasan industri, pusat riset, dan lingkungan hunian

berkualitas tinggi dengan tata kota yang berkelanjutan.

Melalui benchmarking ini, direncanakan sistem perencanaan kota yang mampu

mendukung daya tarik serta retensi talenta terampil, seperti para engineer, peneliti, dan

keluarga mereka. Dengan demikian, KEK Industropolis Batang diharapkan dapat

berkembang secara menyeluruh tidak hanya sebagai pusat kegiatan industri dan tempat

bekerja, tetapi juga sebagai kawasan hunian yang ideal, melalui penerapan ruang

terbuka hijau, sistem mobilitas yang efisien, serta pengelolaan energi dan lingkungan

yang terintegrasi.

Irma Sefrinta, Head of Industrial Sales KEK Industropolis Batang, menegaskan bahwa

visi Proyek Strategis Nasional ini melampaui konsep kawasan industri konvensional.

KEK Industropolis Batang berkomitmen mentransformasikan Batang menjadi pusat

inovasi berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan target investasi forum yang secara

khusus membidik sektor-sektor masa depan, meliputi ekosistem kendaraan listrik (EV

Ecosystem), peralatan medis (Medical Device), elektronik, hingga energi terbarukan

(Renewable Energy).

Indri Septa Respati, Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis

Batang, menyatakan bahwa keunggulan kompetitif utama kawasan ini terletak pada

kesiapan infrastruktur dan ekosistem terpadu yang telah dipersiapkan secara

komprehensif untuk memenuhi kebutuhan investor global. Pihaknya menekankan

bahwa KEK Industropolis Batang tidak hanya sekadar menyediakan lahan industri siap

pakai, melainkan mengintegrasikan tiga sektor utama sekaligus yaitu industrial &

Processing, logistic & distribution, tourism. Dengan fleksibilitas pengembangan serta

penyediaan fasilitas penunjang modern, kawasan ini dirancang secara spesifik untuk

memastikan efisiensi operasional tertinggi bagi rantai pasok global dan memberikan

jaminan nilai tambah maksimal bagi investasi jangka panjang di Asia Tenggara.

Senada dengan hal tersebut, Cahyo Purnomo, Direktur Promosi Indonesia Investment

Promotion Centre (IIPC) Tokyo, menegaskan bahwa hubungan ekonomi Indonesia

dan Jepang telah terjalin kuat selama lebih dari enam dekade, di mana Jepang secara

konsisten menjadi salah satu mitra dagang terbesar sekaligus investor paling tepercaya

bagi Indonesia.

“Pada tahun 2025 saja, realisasi investasi langsung (FDI) Jepang mencapai USD 3,12

miliar, sehingga total investasi dalam lima tahun terakhir melampaui USD 18 miliar

dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 13,2 persen. Ketahanan ekonomi

Indonesia juga menunjukkan performa yang sangat resilien di tengah dinamika global,

di mana pada kuartal pertama tahun 2026 investasi langsung Indonesia tercatat

mencapai USD 30,2 miliar atau tumbuh sebesar 18,9 persen secara year-on-year,” ujar

Cahyo.

Ia menambahkan bahwa di bawah visi Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas

2045, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7 hingga 8

persen yang membutuhkan dukungan investasi baru sekitar USD 814,4 miliar dalam

lima tahun ke depan. Momentum ini dinilai menjadi peluang strategis bagi pelaku

industri teknologi tinggi Jepang untuk memperluas kolaborasi di Indonesia, tidak

hanya dalam bentuk kemitraan bisnis konvensional, tetapi menuju genuine co-creation

yang berkelanjutan.

“Pemerintah Indonesia terus memperkuat reformasi struktural melalui kemudahan

perizinan berbasis risiko melalui OSS, insentif fiskal dan non-fiskal yang kompetitif,

serta penguatan standar industri yang selaras dengan kerangka ESG global.

Pertumbuhan investasi hilirisasi bernilai tambah tinggi di Indonesia yang meningkat

lebih dari 43 persen pada tahun 2025, khususnya pada sektor mineral strategis seperti

nikel dan kobalt, juga membuka peluang besar bagi KEK Industropolis Batang untuk

berkembang sebagai pusat rantai pasok regional Indo-Pasifik yang aman,

terdiversifikasi, dan berkelanjutan melalui dukungan teknologi maju dari Jepang,”

lanjutnya.

Dalam forum bisnis yang dihadiri lebih dari 100 partisipan dari kalangan investor

internasional, perwakilan pemerintah, serta asosiasi bisnis tersebut, dukungan kuat

juga disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta. Ia

menegaskan bahwa sinergi ekonomi Indonesia dan Jepang merupakan langkah konkret

dalam memperkuat investasi berkelanjutan sekaligus mempererat integrasi rantai

pasok global di kawasan Asia.

Filianingsih menyampaikan bahwa KEK Industropolis Batang memiliki proposisi nilai

yang sangat kuat bagi investor High-Tech Jepang, terutama melalui dukungan

kebijakan Local Currency Transaction (LCT), stabilitas sistem keuangan nasional,

serta integrasi insentif fiskal yang komprehensif untuk menciptakan iklim investasi

yang semakin kompetitif dan berdaya saing global. Menurutnya, kombinasi antara

kesiapan infrastruktur, dukungan regulasi, dan arah pengembangan industri masa

depan menjadikan KEK Industropolis Batang sebagai salah satu kawasan strategis

yang potensial untuk mendukung ekspansi industri Jepang di Indonesia.

Rangkaian agenda di Tokyo ini ditutup dengan sesi business matching bersama para

mitra strategis Jepang guna mendalami tren pasar terkini serta merumuskan skema

insentif yang paling menarik bagi investor. Diskusi tersebut juga membuka peluang

kolaborasi kegiatan bersama di masa mendatang.

Melalui pendekatan yang komprehensif, inklusif, dan berorientasi masa depan, KEK

Industropolis Batang optimistis dapat menjadi destinasi investasi utama yang mampu

memberikan dampak ekonomi positif jangka panjang bagi masyarakat sekaligus

memperkuat pertumbuhan industri nasional.

Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Senin
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 On The Screen
16:00 Serial
16:30 Inspirasi Prestasi
17:00 Komunitas Tanpa Batas
17:30 Creative Talk (VOA)
18:00 Innovator (DW)
18:30 Indonesiana
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Peluang
20:30 Besti
21:00 Wayang
Banner Iklan