UIN Gus Dur Pekalongan Gelar ICONIE 2026, Perkuat Pendidikan Islam Berkelanjutan di Era Digital
Tim Liputan BatikTV   |   25/05/2026 - 19:07 WIB
UIN Gus Dur Pekalongan Gelar ICONIE 2026, Perkuat Pendidikan Islam Berkelanjutan di Era Digital

UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melalui Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menggelar The 4th International Conference on Islam and Education (ICONIE) 2026 pada 18–19 Mei 2026 di Howard Johnson Pekalongan. Konferensi internasional tersebut mengangkat tema “Islamic Education for a Sustainable Future: Digital Transformation, Cultural Wisdom, and Harmonious Living”.

Ketua panitia, Dr. M. Jaeni M.Pd, M.Ag menjelaskan, ICONIE 2026 diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi pendidikan, hingga mitra internasional dari berbagai negara.

“Peserta yang hadir tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari Singapura, Malaysia, Vietnam, Afrika, Nigeria dan beberapa negara lainnya,” ujar Dr. M. Jaeni.

ICONIE 2026 turut menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan internasional, di antaranya Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen Tatang Muttaqien, S.Sos., M.Ed., Ph.D., Perwakilan Kepala BRIN Prof. Dr. Sri Harini, M.Si., Ketua Dewan Pakar PSPK Dr. Itje Chodidjah, M.A., serta pembicara mancanegara dari NTU Singapore, NVEC Vietnam, dan University of Adelaide Australia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof. Dr. Zaenal Mustakim, M.Ag., pada Senin, 18 Mei 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan pendidikan Islam harus mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai budaya dan kemanusiaan.

“Tema konferensi tahun ini menantang kita untuk menjembatani tiga pilar penting, yakni transformasi digital, kearifan budaya, dan kehidupan harmonis. Di era kecerdasan buatan dan teknologi digital yang terus berkembang, pendidikan Islam harus mampu beradaptasi untuk memperkuat nilai-nilai kebenaran dan keadilan,” ungkapnya.

Menurut Prof. Zaenal, nilai-nilai Gus Dur menjadi spirit dalam pengembangan pendidikan Islam di kampus tersebut. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang unggul secara teknologi, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak dan semangat kemanusiaan.

Ia juga menyebut ICONIE telah menjadi agenda rutin FTIK UIN Gus Dur yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan jumlah peserta dan keterlibatan internasional.


Sementara itu, Dekan FTIK UIN Gus Dur, Prof. Dr. Muhlisin, M.Ag., mengatakan tema yang diangkat dalam ICONIE 2026 bukan sekadar slogan, melainkan respons terhadap tantangan besar pendidikan Islam saat ini.

Ia menyoroti perkembangan artificial intelligence, big data, hingga otomatisasi yang mengubah lanskap pendidikan global. Di sisi lain, dunia juga menghadapi krisis moral, polarisasi sosial, dan mulai memudarnya budaya lokal.

“Pertanyaannya adalah, bagaimana pendidikan Islam tidak hanya menjadi pewaris tradisi, tetapi juga penggerak transformasi? Bagaimana kita bisa mencetak generasi yang unggul secara intelektual, tangguh secara digital, namun tetap berakar kuat pada budaya?” ujar Prof. Muhlisin.

Ia juga mengingatkan agar lembaga pendidikan Islam tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi digital. Namun demikian, menurutnya, kemajuan teknologi tetap harus berjalan beriringan dengan nilai spiritualitas dan etika.

“Kemajuan tanpa budaya akan melahirkan keterasingan. Modernitas tanpa akar lokal hanya akan melahirkan generasi yang cerdas secara otak, namun rapuh secara identitas,” tegasnya.

Melalui forum internasional ini, FTIK UIN Gus Dur berharap ICONIE 2026 dapat melahirkan rekomendasi kebijakan, kolaborasi riset, hingga gagasan transformatif bagi masa depan pendidikan Islam yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Selasa
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 Innovator (DW)
16:00 REV (DW)
16:30 Gerak dan Gaya
17:30 Anjang Desa
18:00 Pojok Terampil
18:30 De Journey
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Expose
21:00 Wayang
Banner Iklan