Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun Akademik 2025/2026 dari Universitas Pekalongan (Unikal) sukses menginisiasi program inovatif berbasis lingkungan di lokasi pengabdian mereka. Berlokasi di Desa Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, para mahasiswa berhasil meramu limbah cair sisa rendaman kedelai dari industri rumahan tempe menjadi produk bernilai guna tinggi berupa Pupuk Organik Cair (POC).
Aksi nyata ini merupakan bagian dari komitmen para mahasiswa dalam mengimplementasikan tema besar KKN yakni "Mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera melalui program pemberdayaan pengelolaan sampah berkelanjutan".
Wakil Koordinator Desa (Wakordes) KKN Unikal Desa Tangkil Tengah, Mutiara Zifah menjelaskan bahwa timnya terdiri dari 11 mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, meliputi Program Studi S1 Farmasi, Ilmu Hukum, Akuntansi, hingga Ilmu Keperawatan. Kolaborasi lintas prodi ini sengaja dibentuk guna merespons berbagai dinamika sosial dan kebutuhan riil yang dihadapi masyarakat setempat.
Selama hampir empat minggu berjalan, tim KKN Unikal tercatat telah mengeksekusi sebanyak 11 program kerja. Pada minggu-minggu awal, kegiatan difokuskan pada sektor edukasi remaja dan kesehatan. Salah satu program yang sukses menarik perhatian adalah sosialisasi pencegahan kenakalan remaja yang menyasar tiga institusi pendidikan dasar di wilayah tersebut, yakni SD Negeri Tangkil Tengah, SD Muhammadiyah, dan MI Walisongo.
"Seluruh program kerja dari total sebelas program, alhamdulillah sudah terlaksana bertahap sejak minggu pertama hingga ketiga. Kini, memasuki minggu keempat, kami memfokuskan seluruh energi pada realisasi program unggulan kami, yaitu pembuatan kompos cair organik," ujar Mutiara saat ditemui di Posko KKN Desa Tangkil Tengah.
Pemilihan program pembuatan kompos cair organik ini didasarkan pada hasil observasi mendalam terhadap kondisi geografis dan mata pencaharian warga lokal. Desa Tangkil Tengah dikenal memiliki banyak pabrik rumahan berskala mikro yang bergerak di bidang pengelolaan kedelai, khususnya pembuatan tahu dan tempe. Selama ini, sisa air rendaman kedelai dalam volume besar kerap dibuang begitu saja tanpa pengolahan lebih lanjut, sehingga berpotensi menimbulkan aroma tidak sedap dan mencemari lingkungan sekitar.
"Kami melihat adanya potensi dari melimpahnya limbah industri tahu dan tempe di sini. Oleh karena itu, kami berinisiatif memanfaatkan limbah cair tersebut agar tidak mencemari lingkungan, melainkan kembali membawa manfaat bagi kesuburan tanaman milik warga," tambah Mutiara.
Teknis pembuatan produk unggulan ini dikomandoi langsung oleh mahasiswa dari disiplin ilmu kefarmasian. Namira Rahmania, mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Unikal, membeberkan bahwa formula yang digunakan dirancang sesederhana mungkin agar mudah dipraktikkan kembali secara mandiri oleh masyarakat umum selepas masa KKN berakhir.
Ramina menjelaskan, proses pengolahan diawali dengan melarutkan seperempat kilogram gula jawa bersama cairan mikroorganisme EM4 ke dalam 5 liter air rendaman kedelai sisa pembuatan tempe.
"Proses fermentasi ini membutuhkan waktu selama 14 hari agar mikroorganisme pengurai bekerja optimal. Setiap harinya, tutup wadah harus dibuka sejenak secara berkala. Hal ini sangat penting dilakukan untuk membuang akumulasi gas yang terbentuk di dalam botol atau jeriken selama masa fermentasi berlangsung," papar Ana secara mendetail.
Melalui edukasi dan pelatihan pembuatan POC ini, tim KKN Unikal menaruh harapan besar terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan. Warga diharapkan tidak lagi menggunakan metode konvensional yang merusak lingkungan, seperti membakar sampah kering atau langsung membuang limbah cair ke saluran air desa.
Sebaliknya, pemanfaatan limbah organik ini diproyeksikan mampu menyuburkan berbagai jenis vegetasi dan tanaman pangan pekarangan milik warga, sekaligus menekan biaya pembelian pupuk kimia bagi para petani lokal. Dengan demikian, target kemandirian ekonomi desa yang sehat dan sejahtera dapat tercapai secara berkelanjutan.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah (siang) |
| 15:30 | Innovator (DW) |
| 16:00 | REV (DW) |
| 16:30 | Gerak dan Gaya |
| 17:30 | Anjang Desa |
| 18:00 | Pojok Terampil |
| 18:30 | De Journey |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | Expose |
| 21:00 | Wayang |