Perempuan Pesisir dan Akademisi Tanam Mangrove di Pekalongan, Dorong Ekonomi Berkelanjutan
Tim Liputan BatikTV   |   25/05/2026 - 23:15 WIB
Perempuan Pesisir dan Akademisi Tanam Mangrove di Pekalongan, Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Tim Riset The Mora Air Funds 2026 menggelar program “Mangrove Lifestyle: Inovasi dan Hilirisasi” di kawasan Eduwisata Mangrove Banawa Sekar Mulyo Asri, Desa Mulyorejo, Kabupaten Pekalongan, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari riset bertajuk Dekolonialisasi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim: Gerakan Perempuan Pesisir Menjaga Tradisi, Ekonomi dan Lingkungan yang Berkelanjutan.

Sejak pagi, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti susur kawasan mangrove, senam gerak harmoni mangrove, pembibitan, hingga penanaman mangrove di area pesisir.


Ketua Tim Riset Mora The Air Funds 2026, Prof. Dr. Maghfur Ahmad mengatakan mangrove memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat pesisir, bukan hanya dari sisi lingkungan tetapi juga keberlanjutan hidup masyarakat.

“Mangrove tidak semata-mata pohon. Mangrove adalah peradaban, pengetahuan, ideologi, dan sumber kehidupan,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran besar dalam menjaga kawasan pesisir dari abrasi, banjir rob, hingga kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim.

Selain penanaman, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pengolahan mangrove menjadi produk bernilai ekonomi. Mereka diajak mempraktikkan pembuatan sirup dan dodol mangrove secara langsung.

Kegiatan juga diisi dengan praktik eco-print Batik Mangrove menggunakan daun dan unsur alami mangrove sebagai motif batik ramah lingkungan.

Ketua Banawa Sekar, Ridho menyebut mangrove dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi masyarakat pesisir apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

“Mangrove bukan hanya benteng ekologis. Kalau dikelola dengan kreatif, mangrove juga bisa menjadi sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta turut didampingi fasilitator lapangan, yakni Tayo dan Hendri.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian mangrove sekaligus mendorong pengembangan ekonomi berbasis lingkungan di kawasan pesisir Kabupaten Pekalongan.

Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Selasa
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 Innovator (DW)
16:00 REV (DW)
16:30 Gerak dan Gaya
17:30 Anjang Desa
18:00 Pojok Terampil
18:30 De Journey
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Expose
21:00 Wayang
Banner Iklan