Atasi Masalah Sampah, Mahasiswa KKN Unikal Ciptakan Rocket Stove di Kedungjaran
Agus Romi Haryatno   |   30/06/2026 - 20:35 WIB
Atasi Masalah Sampah, Mahasiswa KKN Unikal Ciptakan Rocket Stove di Kedungjaran

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Pekalongan (UNIKAL) Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Kelompok Desa Kedungjaran berhasil merealisasikan program kerja unggulan berupa Rocket Stove, sebuah alat pembakaran biomassa berbahan dasar bata ringan (hebel) yang dirancang sebagai solusi sederhana dalam mendukung pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri dan ramah lingkungan.

Program tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai Jumat, 26 Juni 2026 hingga Senin, 29 Juni 2026, di Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Pembuatan Rocket Stove merupakan bagian dari implementasi tema KKN Tematik Universitas Pekalongan, yakni "Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera melalui Program Pemberdayaan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan."

Ketua Kelompok KKN Desa Kedungjaran menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil observasi lapangan dan diskusi bersama Pemerintah Desa mengenai masih adanya kebiasaan pembakaran sampah secara terbuka yang menghasilkan asap pekat serta berdampak terhadap kualitas lingkungan.

"Melalui Rocket Stove ini kami ingin menghadirkan teknologi tepat guna yang mudah dibuat, mudah digunakan, dan dapat menjadi alternatif pembakaran sampah organik yang lebih efisien dibandingkan pembakaran konvensional. Harapannya masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan."

Rocket Stove dibuat menggunakan bata ringan (hebel) sebagai material utama karena memiliki kemampuan menyimpan panas dengan baik, ringan, ekonomis, serta mudah diperoleh masyarakat. Selama proses pembangunan, mahasiswa KKN melaksanakan seluruh tahapan mulai dari penyusunan desain, pemotongan material, pemasangan ruang bakar, penyusunan cerobong, hingga uji coba alat sebelum diserahkan kepada Pemerintah Desa.

Alat ini bekerja menggunakan prinsip efek cerobong (chimney effect) yang menghasilkan aliran udara lebih optimal sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna, lebih hemat bahan bakar biomassa, dan menghasilkan asap yang lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka. Biomassa seperti ranting, daun kering, sekam padi, maupun limbah organik lainnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar utama Rocket Stove.

Selain menghasilkan inovasi fisik, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara penggunaan Rocket Stove serta pentingnya memilah sampah sebelum dilakukan pembakaran. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi pencemaran udara sekaligus mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat.

Kepala Desa Kedungjaran mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN Universitas Pekalongan. Menurutnya, Rocket Stove menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui teknologi sederhana yang mudah diterapkan.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Pekalongan atas dedikasi dan inovasi yang diberikan kepada Desa Kedungjaran. Semoga Rocket Stove ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi contoh pengelolaan sampah yang lebih baik bagi masyarakat."

Keberhasilan pembangunan Rocket Stove menjadi salah satu capaian utama KKN Tematik Universitas Pekalongan Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Desa Kedungjaran. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi hasil pengabdian selama masa KKN, tetapi juga menjadi awal terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN Universitas Pekalongan membuktikan bahwa solusi terhadap persoalan lingkungan tidak selalu memerlukan teknologi yang rumit maupun biaya yang besar. Dengan memanfaatkan material sederhana seperti bata ringan (hebel), lahirlah sebuah teknologi tepat guna yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya Desa Kedungjaran yang bersih, sehat, dan peduli lingkungan.

Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Kamis
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 Warung VOA
16:00 Matari
16:30 Inspirasi Prestasi
17:00 Healing
17:30 Narasehat
18:00 Besti
18:30 Pojok Terampil
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Glow Up
20:30 On The Screen
21:00 Wayang
Banner Iklan