Satu Tahun Mengabdi, Squad Nusantara Kedungwuni Tegaskan Komitmen Bersama Bangun Pekalongan
M. Seif Robbani   |   15/08/2026 - 15:44 WIB
Satu Tahun Mengabdi, Squad Nusantara Kedungwuni Tegaskan Komitmen Bersama Bangun Pekalongan

Kab Pekalongan - Satu tahun bukan sekadar tentang bertambahnya usia sebuah organisasi. Bagi keluarga besar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Squad Nusantara Kedungwuni, satu tahun menjadi perjalanan untuk membangun kebersamaan, menumbuhkan rasa persaudaraan sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus memberikan pengabdian bagi masyarakat.

Semangat tersebut terasa dalam peringatan anniversary satu tahun PAC Squad Nusantara Kedungwuni, yang digelar di Cafe Ta-Cool, Ambokembang, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (15/8/2026).

Dengan mengusung tema “Satu Tahun Pengabdian, Setia dan Mandiri”, kegiatan berlangsung meriah namun tetap sarat dengan suasana kekeluargaan.

Tidak hanya dihadiri keluarga besar PAC Squad Nusantara Kedungwuni, kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus DPC Squad Nusantara Kabupaten Pekalongan, perwakilan sejumlah PAC, serta para anggota.

Rangkaian acara diisi dengan sambutan dari jajaran pengurus, ramah tamah, serta pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan satu tahun PAC Squad Nusantara Kedungwuni.


Momen pemotongan tumpeng menjadi salah satu bagian yang penuh makna. Secara simbolis, tumpeng diberikan Ketua PAC Squad Nusantara Kedungwuni kepada Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Pekalongan, H. Cashuri Bollet.

Bukan sekadar seremoni, penyerahan tumpeng tersebut menjadi simbol eratnya hubungan antara PAC dan DPC sekaligus pesan bahwa perjalanan organisasi tidak dibangun oleh satu atau dua orang, melainkan melalui kebersamaan seluruh keluarga besar Squad Nusantara.


Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Pekalongan, H. Cashuri Bollet, menilai perjalanan PAC Squad Nusantara Kedungwuni selama satu tahun menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

Menurutnya, PAC Kedungwuni bahkan dapat menjadi contoh bagi PAC lainnya di Kabupaten Pekalongan.

“Squad Nusantara PAC Kedungwuni menjadi contoh untuk seluruh PAC Kabupaten Pekalongan. Alhamdulillah, Kedungwuni sangat luar biasa. Perkembangan satu tahun ini anggotanya sangat luar biasa,” kata Cashuri.

Bagi Cashuri, keberadaan Squad Nusantara bukan untuk mempertajam perbedaan dengan organisasi lain. Justru, setiap organisasi diharapkan dapat mengambil peran masing-masing dan saling melengkapi untuk membangun Kabupaten Pekalongan.

“Kita sama-sama untuk memajukan Kabupaten Pekalongan ke depan. Jadi tidak bersaing, tetapi bareng-bareng,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya terletak pada jumlah anggota, tetapi pada komunikasi, silaturahmi dan kesediaan untuk saling membantu ketika menghadapi persoalan.

Karena itu, hubungan antara jajaran pengurus dari tingkat bawah hingga atas harus terus dijaga.

“Dari bawah sampai atas, atas sampai bawah, sangat sinergi sekali. Kalau PAC atau ranting punya masalah, saya harus turun ke bawah menyelesaikan persoalan,” ungkapnya.

Cashuri menyebut Squad Nusantara juga memiliki komitmen untuk mendukung pemerintah yang sah serta menjaga sinergitas bersama TNI dan Polri.

Menurutnya, pengabdian kepada daerah memiliki ruang yang sangat luas, mulai dari membantu pembangunan ekonomi, pendidikan, hukum, kesehatan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“NKRI harga mati, mendukung TNI-Polri dan pemerintah yang sah. Terutama untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk membangun ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPC Squad Nusantara Kabupaten Pekalongan, A. Fauzun, mengatakan Kabupaten Pekalongan memiliki potensi besar apabila seluruh elemen masyarakat mampu menyatukan langkah.

Menurutnya, kekuatan tersebut tidak hanya berasal dari organisasi masyarakat, tetapi juga dari unsur legislatif, birokrasi, media hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

“Potensinya cukup mumpuni sebenarnya, dari masyarakatnya, teman-teman legislatif, birokrasi, kemudian rekan-rekan media juga luar biasa. Sudah lengkap,” kata Fauzun.

Ia menegaskan Squad Nusantara ingin menjadi bagian dari kekuatan yang ikut menjaga persatuan di Kabupaten Pekalongan.

Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, Fauzun mengajak seluruh elemen untuk tidak lagi melihat siapa yang berada di pihak tertentu maupun siapa yang berada di seberang.

“Sudah tidak ada pihak, sudah tidak ada seberang, tidak ada di pihak mana pun. Kita satu Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.

Menurut Fauzun, perbedaan pandangan maupun persoalan yang muncul merupakan bagian dari dinamika. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat kembali duduk bersama dan mencari jalan keluar demi kepentingan masyarakat.

Ia juga mengajak media untuk mengambil bagian dalam menjaga suasana tersebut dengan menyampaikan informasi yang baik, berimbang dan membangun.

“Menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, terutama rekan-rekan media untuk membantu menyampaikan informasi yang baik, menyampaikan informasi yang membangun,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Fauzun juga mengungkapkan perkembangan organisasi Squad Nusantara di Kabupaten Pekalongan.

Saat ini, tercatat sekitar delapan PAC yang telah melakukan deklarasi dan pelantikan secara definitif. Sementara jumlah anggota Squad Nusantara di Kabupaten Pekalongan diperkirakan telah mencapai lebih dari 3.000 orang.

Bahkan dalam deklarasi DPC sebelumnya, sebanyak 1.117 orang hadir sebagai perwakilan dari 19 PAC yang telah masuk dalam database organisasi.

“Alhamdulillah, Squad Nusantara di Kabupaten Pekalongan yang terwakili semua kecamatan dalam deklarasi DPC,” katanya.

Perjalanan satu tahun PAC Squad Nusantara Kedungwuni akhirnya ditutup dalam suasana penuh keakraban. Tawa, silaturahmi dan kebersamaan menjadi bagian dari perayaan tersebut.

Namun, di balik kemeriahan anniversary, terselip pesan yang lebih besar: bahwa usia satu tahun bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk mengabdikan diri lebih jauh.

Dari sebuah PAC di Kedungwuni, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan kebersamaan yang lebih luas.

Sebab pada akhirnya, organisasi bukan hanya tentang nama, jabatan ataupun jumlah anggota. Organisasi akan memiliki arti ketika mampu menjaga persaudaraan, hadir ketika masyarakat membutuhkan dan ikut mengambil bagian dalam membangun daerah.

Satu tahun mengabdi, satu tekad untuk terus berdiri bersama. Setia, mandiri dan bersinergi untuk Kabupaten Pekalongan yang lebih maju.

Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Minggu
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah Jawa
15:00 Cahaya Rohani
15:30 Podcast Putih Abu
16:00 Narasehat
16:30 Besti
17:00 Healing
17:30 Iqro
18:00 Mutiara Hikmah
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 She Magazine (VOA)
20:30 Matari
21:00 Wayang
Banner Iklan