Komunitas Pekalongan Influencer Architects (PiLAR) kembali menggelar kegiatan KopdarSitek Vol. 2 dengan mengangkat tema “Peran Arsitek Merancang Sustainability Design untuk Merespon Green Building Era.” Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026 di Cold 'N Brew tersebut menjadi ruang diskusi bagi para arsitek dan pelaku bidang konstruksi untuk membahas perkembangan desain bangunan yang lebih berkelanjutan.
KopdarSitek Vol. 2 menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki latar belakang dan pengalaman di bidang arsitektur serta pembangunan. Mereka yakni Ar. Ir. Imron, Owner Citra Vastu Vidya, Khairudin Kepala DPUPR Kota Pekalongan, serta Zulfikar Ali selaku Ketua PiLAR.
Diskusi tersebut membahas pentingnya peran arsitek dalam merancang bangunan yang tidak hanya memperhatikan aspek estetika dan fungsi, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan. Konsep sustainability design menjadi semakin relevan seiring berkembangnya kebutuhan terhadap bangunan yang efisien, ramah lingkungan, dan mampu beradaptasi dengan tantangan perubahan lingkungan.
Zulfikar Ali selaku Ketua PiLAR mengungkapkan bahwa ahwa kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi dan sinergi antara para arsitek lokal dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyelaraskan rancangan arsitektur modern dengan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan.
Ia menambahkan, penerapan kriteria BGH di berbagai wilayah seperti Jakarta kini telah menjadi dorongan kuat agar Kota Pekalongan juga segera mengimplementasikan standar serupa pada bangunan-bangunan pemerintahan maupun fasilitas publik lainnya.
Sementara itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan forum diskusi Kopdarsitek Vol. 2 bertajuk "Peran Arsitek Merancang Sustainability Design". Langkah ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dan para praktisi arsitektur lokal dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, mengungkapkan bahwa kegiatan yang digagas oleh komunitas Pilar ini memberikan ruang kolaborasi yang sangat dibutuhkan. Pemerintah daerah membuka peluang lebar bagi para arsitek untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah, baik sebagai konsultan perencana maupun bergabung dalam Tim Profesi Ahli (TPA) untuk proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Melalui kegiatan ini, PiLAR mendorong terbangunnya ruang bertukar gagasan antara arsitek, pemerintah, serta para pelaku industri terkait. Kolaborasi ini dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai penerapan prinsip green building dalam pembangunan di Kota Pekalongan.
Kegiatan yang dikemas secara eksklusif untuk anggota PiLAR ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring komunitas sekaligus meningkatkan wawasan para anggota terhadap perkembangan dunia arsitektur dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan adanya forum KopdarSitek, PiLAR diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi para arsitek untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan gagasan dalam menghadapi perkembangan sektor konstruksi, termasuk penerapan konsep green building di masa mendatang.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah (siang) |
| 15:30 | Innovator (DW) |
| 16:00 | REV (DW) |
| 16:30 | Gerak dan Gaya |
| 17:30 | Anjang Desa |
| 18:00 | Pojok Terampil |
| 18:30 | De Journey |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | Expose |
| 21:00 | Wayang |