HALAQOH KEBANGSAAN JATMA ASWAJA DORONG PESANTREN JADI PENGGERAK EKONOMI DESA
Rafid Ali Fajri   |   23/09/2026 - 09:30 WIB
HALAQOH KEBANGSAAN JATMA ASWAJA DORONG PESANTREN JADI PENGGERAK EKONOMI DESA

Pekalongan - Pesantren dinilai memiliki potensi besar untuk turut menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Dengan jumlah dan jejaring yang luas hingga ke berbagai daerah, pesantren dapat menjadi salah satu basis pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian bangsa.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Halaqoh Kebangsaan yang diselenggarakan Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah Ahlussunnah Waljamaah (PB JATMA Aswaja), sebagai bagian dari rangkaian Maulid Akbar Kanzus Sholawat 2026 di Kota Pekalongan, Jumat (19/9/2026).

Sekretaris Jenderal PB JATMA Aswaja, Helmy Faishal Zaini, menyampaikan bahwa penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat desa sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang mendorong pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan pesantren yang banyak berada di wilayah pedesaan membuka peluang terbentuknya ekosistem ekonomi apabila mampu bersinergi dengan dunia usaha dan pelaku industri.

“Dari 40 ribu lebih pesantren yang ada di Indonesia, mayoritas berada di desa-desa. Kalau pesantren di desa dapat bergerak bersama pelaku industri, tentu akan terbentuk ekosistem ekonomi yang kuat dan mandiri,” ujar Helmy.

Melalui Halaqoh Kebangsaan tersebut, JATMA Aswaja juga menyatakan dukungannya terhadap pembangunan yang menempatkan desa dan masyarakat akar rumput sebagai bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, serta pengentasan kemiskinan.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, sekretaris jendral kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Dr. Taufik Madjid turut memperkuat pembahasan mengenai pengembangan potensi desa. Ia menilai sinergi antara pemerintah, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar berbagai potensi ekonomi di desa dapat dikembangkan secara optimal.

Taufik mengatakan, desa tidak hanya memiliki sumber daya yang dapat dikembangkan secara ekonomi, tetapi juga menjadi tempat bertumbuhnya sumber daya manusia, pengetahuan, teknologi, hingga berbagai aktivitas produktif masyarakat.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan Halaqoh Kebangsaan JATMA Aswaja yang mempertemukan berbagai unsur dan pemangku kepentingan untuk membahas penguatan ekonomi berbasis desa.

Sementara itu, Pemimpin sekaligus Pengasuh Pesantren Internasional Al Illiyyin, Abuya Ahmad Yani Ilir, menyoroti kekuatan pesantren dari sisi jejaring sosial, sumber daya manusia, serta kedekatannya dengan masyarakat.

Menurutnya, potensi tersebut dapat dipadukan dengan kekuatan sektor industri yang memiliki teknologi, pengalaman, jaringan pasar, dan kemampuan pengembangan usaha.

Kolaborasi antara pesantren, industri, dan pemerintah dinilai dapat membuka peluang baru bagi masyarakat desa untuk menghasilkan nilai ekonomi sekaligus mengembangkan potensi lokal.

Pandangan serupa disampaikan Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Kemenko Pangan, Oki Earlivan Sampurno. Ia menilai pesantren dan desa dapat menjadi simpul pengembangan talenta, inovasi, sekaligus penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.

Penguatan ekonomi dari tingkat desa melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa.

Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Jumat
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 Innovator (DW)
16:00 CEK IN (DW)
16:30 Sportframe
17:00 Before After
17:30 Iqro
18:00 Icip-icip
18:30 Peluang
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Expose2
21:00 Wayang
Banner Iklan