Investor Korea Selatan Tancap Gas di Batang: Rp429 Miliar Digelontorkan, 6.000 Lapangan Kerja Tercipta
M. Seif Robbani   |   08/05/2026 - 18:25 WIB
Investor Korea Selatan Tancap Gas di Batang: Rp429 Miliar Digelontorkan, 6.000 Lapangan Kerja Tercipta

Kab Batang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali membuktikan daya tariknya di mata investor global. Kali ini, investasi asing langsung (FDI) senilai Rp429 miliar dari Korea Selatan resmi masuk melalui PT Simone Batang Indonesia, perusahaan manufaktur berbasis produk kulit yang menyasar pasar ekspor.

Kesepakatan investasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) yang digelar di Ballroom Management Office KEK Industropolis Batang, Rabu (6/5). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pemasaran & Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, bersama Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik.

Dengan investasi tersebut, PT Simone Batang Indonesia akan mengembangkan fasilitas produksi di atas lahan seluas 8,28 hektare. Tak hanya memperkuat sektor industri ekspor, proyek ini juga diproyeksikan membuka sekitar 6.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Masuknya investasi ini menjadi angin segar bagi industri manufaktur nasional, terutama di tengah upaya Indonesia menarik relokasi industri global dan memperkuat posisi dalam rantai pasok dunia.

Indri Septa Respati menyebut, kehadiran PT Simone menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap Indonesia, khususnya KEK Industropolis Batang.

“Ini menunjukkan bahwa Batang semakin diperhitungkan sebagai basis produksi global. Banyak perusahaan internasional kini melihat kawasan ini sebagai titik strategis untuk ekspansi dan ekspor,” ujarnya.


PT Simone sendiri bukan pemain baru di industri global. Berdiri sejak 1987, perusahaan ini telah memiliki jaringan produksi di berbagai negara seperti Vietnam dan Kamboja. Secara global, Simone menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar dunia dan 30 persen pasar Amerika Serikat, dengan nilai ritel mencapai lebih dari USD 7 miliar.

Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik, menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat produksi masa depan di Asia.

“Kami melihat kombinasi yang kuat di sini—dukungan kebijakan pemerintah, kesiapan kawasan industri, serta potensi tenaga kerja yang besar. Ini menjadi alasan utama kami memilih Batang,” jelasnya.

Rencananya, pembangunan pabrik akan dimulai dalam dua bulan ke depan. Proyek ini ditargetkan rampung pada Juli 2026, dan mulai beroperasi secara bertahap pada Juli 2027.

Investasi ini diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan ekspor nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan industri dalam negeri.


Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Selasa
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 Innovator (DW)
16:00 REV (DW)
16:30 Gerak dan Gaya
17:30 Anjang Desa
18:00 Pojok Terampil
18:30 De Journey
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Expose
21:00 Wayang
Banner Iklan