Kab Batang — Nuansa hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai spiritual terasa begitu kental dalam gelaran Halal Bi Halal IKSAPBA (Ikatan Santri Amtsilati Pekalongan–Batang) ke-18 yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Batang. Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan ini kembali mempertemukan para santri, alumni, serta tokoh Amtsilati dalam satu majelis kebersamaan yang penuh makna, pada Minggu (29/3).
Tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, Halal Bi Halal ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan kembali komitmen dakwah Amtsilati di wilayah Pekalongan–Batang.
Ketua Korwil Amtsilati Jawa Tengah 3, Kyai M. Imam Muhajir, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara yang telah memasuki tahun ke-18 ini. Ia menilai bahwa perkembangan Amtsilati di wilayah Pekalongan–Batang menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan penuh keberkahan. Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Amtsilati terus hidup di tengah-tengah kita. Ke depan, insyaallah lembaga-lembaga pengguna Amtsilati akan semakin bertambah,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa perkembangan tersebut tidak lepas dari misi besar yang diwariskan oleh Romo KH. Taufiqul Hakim, yakni mensyiarkan metode Amtsilati hingga mendunia.
“Visi besar Amtsilati adalah satu miliar Amtsilati menuju Amtsilati mendunia. Dengan semangat ‘satu sanad, satu tekad’, kita optimis cita-cita itu bisa terwujud,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan Halal Bi Halal ini dapat terus istiqomah sebagai agenda rutin tahunan yang tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Terlebih, IKSAPBA dikenal sebagai salah satu pelopor organisasi daerah (orda) di lingkungan Amtsilati Pusat yang telah konsisten berkontribusi selama hampir dua dekade.
Sementara itu, Wakil Ketua Mutiara Ati (Himpunan Santri dan Alumni Nusantara Amtsilati), KH. Zaimudin Ahya, menyampaikan pesan yang menggugah semangat para santri dan alumni. Ia menekankan pentingnya inovasi, kreativitas, dan pola pikir progresif dalam menghadapi tantangan zaman.
“Santri hari ini selain alim kitab kuning, tetapi juga harus kreatif, inovatif, dan progresif. Kita harus meneladani Abah Taufiqul Hakim yang mampu menghadirkan metode revolusioner membaca kitab kuning hanya dalam waktu 3 hingga 6 bulan. Itu adalah bukti nyata bahwa santri mampu menciptakan perubahan besar,” tuturnya.
Pria yang dikenal sebagai lulusan terbaik pasca Amtsilati perdana tersebut juga menyoroti potensi besar Amtsilati dalam melahirkan generasi ulama masa depan yang multidisipliner. Menurutnya, metode cepat Amtsilati membuka peluang bagi santri untuk tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mengembangkan keilmuan di bidang lain.
“Dengan Amtsilati, santri bisa lebih cepat menguasai dasar-dasar ilmu agama, sehingga memiliki waktu lebih luas untuk mendalami bidang lain seperti sains, teknologi, kedokteran, dan sebagainya. Dari sinilah kita berharap lahir ulama ensiklopedik yang alim dalam fikih, namun juga unggul dalam ilmu modern,” jelasnya.
Ia pun optimistis bahwa kejayaan peradaban Islam di masa lalu bukan hanya sekadar cerita, melainkan sesuatu yang bisa kembali terwujud melalui generasi santri yang unggul dan berdaya saing.
“Insyaallah, kebangkitan itu bukan hal yang mustahil. Dan salah satu jalannya bisa lahir dari rahim Amtsilati,” imbuh pria yang juga aktif sebagai dosen di Ma’had Aly Amtsilati.
Ketua IKSAPBA, M. Syafiq Qomaruzzaman, dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Ia mengapresiasi kekompakan panitia, dukungan para tokoh, serta antusiasme peserta yang hadir.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Halal Bi Halal ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan dan perjuangan. Ke depan, semoga acara ini bisa semakin meriah, lebih luas jangkauannya, dan semakin memberikan manfaat,” ujarnya.
Selain sambutan dan tausiyah, rangkaian acara juga diisi dengan pengenalan sejarah singkat perjalanan Amtsilati, mulai dari awal berdirinya hingga perkembangan pesat yang dirasakan saat ini. Momen ini menjadi refleksi sekaligus pengingat akan perjuangan panjang dalam mensyiarkan metode pembelajaran kitab kuning yang cepat, efektif, dan aplikatif.
Di tengah arus perubahan zaman yang semakin dinamis, Halal Bi Halal IKSAPBA ke-18 menjadi bukti bahwa nilai-nilai tradisi, keilmuan, dan kebersamaan tetap terjaga. Lebih dari itu, acara ini menjadi simbol bahwa gerakan santri tidak pernah berhenti, melainkan terus tumbuh, berkembang, dan beradaptasi dengan zaman.
Dengan semangat ukhuwah yang kokoh dan visi besar menuju Amtsilati mendunia, para santri dan alumni diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya menjaga warisan keilmuan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban dunia.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah (siang) |
| 15:30 | Innovator (DW) |
| 16:00 | REV (DW) |
| 16:30 | Gerak dan Gaya |
| 17:30 | Anjang Desa |
| 18:00 | Pojok Terampil |
| 18:30 | De Journey |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | Expose |
| 21:00 | Wayang |