Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Komitmen tersebut sejalan dengan penguatan literasi, inklusi keuangan, serta pelindungan konsumen di daerah.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam sambutannya pada kegiatan Pengukuhan Kepala Kantor OJK Tegal yang digelar di Tegal, Selasa (20/1/2026).
Mahendra menyampaikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan secara nasional, termasuk di wilayah Jawa Tengah, tetap terjaga dengan baik sepanjang tahun 2025 meskipun di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Industri perbankan, pasar modal, asuransi, serta lembaga pembiayaan dinilai masih berada pada jalur yang sehat dan stabil.
Seiring meningkatnya kompleksitas sektor jasa keuangan serta implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), Mahendra menegaskan bahwa ekspektasi masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap peran OJK, khususnya di daerah, juga semakin tinggi. Kondisi tersebut menuntut koordinasi, kolaborasi, sinergi, serta kepemimpinan yang kuat dan responsif di tingkat wilayah.
“Keberadaan kantor OJK di daerah merupakan ujung tombak pelaksanaan kebijakan strategis OJK. Oleh karena itu, kantor OJK perlu terus memperkuat pengawasan dan pembinaan industri jasa keuangan sekaligus mendorong kontribusi nyata sektor jasa keuangan bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Mahendra.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan tugas OJK di daerah sangat bergantung pada kemampuan membangun jejaring kerja sama yang erat dan sinergis dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan akademisi.
“Diperlukan koordinasi, kolaborasi, sinergi, dan juga kepemimpinan yang baik untuk membangun kerja sama yang efektif di tingkat wilayah,” tegasnya.
Mahendra juga mengingatkan bahwa perkembangan digitalisasi di sektor jasa keuangan, meskipun membuka akses yang semakin luas bagi masyarakat, turut membawa berbagai risiko yang perlu diantisipasi bersama. Oleh karena itu, pelindungan konsumen serta peningkatan literasi dan edukasi keuangan dinilai semakin penting.
“Digitalisasi membuat akses ke sektor jasa keuangan semakin baik, tetapi di sisi lain juga menimbulkan risiko-risiko yang tidak kita inginkan. Karena itu, pelindungan konsumen serta peningkatan literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat menjadi semakin penting,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, OJK secara resmi mengukuhkan Kurnia Tri Puspita sebagai Kepala Kantor OJK Tegal, menggantikan Noviyanto Utomo yang telah menjabat pada periode 2022–2025. Pengukuhan ini merupakan bagian dari upaya OJK untuk memperkuat kepemimpinan dan kehadiran kelembagaan di daerah.
Kantor OJK Tegal memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah kerja yang meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Selain itu, OJK Tegal juga berperan dalam mendorong perluasan akses keuangan dan pembiayaan produktif bagi masyarakat serta pelaku UMKM.
Kegiatan pengukuhan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Rektor Universitas Jenderal Soedirman Sudirman Said, jajaran Forkopimda, perwakilan pemerintah kabupaten/kota, pimpinan industri jasa keuangan, asosiasi lembaga jasa keuangan, serta akademisi di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.
Dalam kesempatan yang sama, Noviyanto Utomo menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama masa jabatannya dan menitipkan harapan bagi keberlanjutan kemajuan sektor jasa keuangan serta perekonomian daerah di wilayah Tegal.
“Tantangan ke depan semakin kompleks, terutama terkait digitalisasi keuangan. Saya berharap OJK Tegal terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memerangi praktik keuangan ilegal dan melawan rentenir yang merugikan masyarakat, serta memastikan inklusi keuangan menjangkau hingga pelosok desa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor OJK Tegal yang baru, Kurnia Tri Puspita, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat program-program strategis OJK di daerah. Fokus utama ke depan adalah memastikan sektor jasa keuangan tetap sehat, stabil, dan inklusif, sekaligus mempercepat perluasan akses keuangan bagi UMKM serta memperkuat pelindungan konsumen melalui edukasi dan literasi keuangan yang lebih masif.
“Kami akan bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Tegal dan sekitarnya,” pungkas Kurnia.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah (siang) |
| 15:30 | Dolan Paud |
| 16:00 | Kajian Islam |
| 17:00 | Icip-icip |
| 17:30 | Before After |
| 18:00 | Indonesiana |
| 18:30 | Besti |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | Innovator (DW) |
| 20:30 | Corat Coret (PFN) |
| 21:00 | Wayang |