Kota Pekalongan — Setelah hampir setengah bulan banjir belum juga surut dan masih merendam ribuan rumah di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Komunitas Pekalongan Tanggap kembali menunjukkan aksi nyata kepeduliannya. Untuk kedua kalinya, komunitas ini menyalurkan bantuan logistik ke 13 titik dapur umum mandiri yang dikelola langsung oleh masyarakat terdampak banjir.
Bantuan disalurkan ke dapur-dapur umum yang menjadi tumpuan warga untuk bertahan hidup di tengah genangan air yang belum menunjukkan tanda-tanda surut. Penyaluran kali ini dipimpin langsung oleh Danki Brimob AKP Andi Kristianto bersama jajaran Brimob, didampingi Tim Relawan SAR dari Pekalongan Rescue.
Ketua Komunitas Pekalongan Tanggap, Fahmi Shahab menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk keberlanjutan kepedulian terhadap warga yang hingga kini masih bertahan di rumah masing-masing. Dapur umum mandiri menjadi tumpuan utama mereka untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan utama dapur umum, seperti beras, mi instan, telur, minyak goreng, kecap, sayur-mayur, serta bumbu dapur. Seluruh bantuan difokuskan untuk mendukung operasional dapur umum agar warga tetap bisa memasak dan makan bersama di tengah kondisi darurat.
Di lokasi, warga menyambut antusias kedatangan rombongan bantuan. Khairur Rozak, warga Pasir Sari, menyampaikan rasa terima kasihnya mewakili warga terdampak.
“Saya sebagai perwakilan warga mengucapkan banyak terima kasih kepada Komunitas Pekalongan Tanggap, rekan-rekan Brimob, dan para relawan. Kondisi banjir ini sudah dua minggu lebih, air memang sedikit surut sekitar lima sentimeter, tapi sekarang masih sekitar 40 sentimeter. Dulu sampai selutut lebih,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dapur umum di wilayahnya melayani sekitar 60 kepala keluarga dengan kapasitas produksi mencapai 120 bungkus nasi per hari.
“Harapan kami sederhana, semoga air cepat surut,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Rismanto, Koordinator Dapur Umum RT 04 RW 05 Pasir Sari. Ia mengatakan banjir telah menggenangi seluruh rumah warga di wilayahnya selama hampir 13 hari.
“Di RT 04 RW 05 ini ada sekitar 71 KK. Ketinggian air masih sekitar 50 sentimeter. Semua rumah tergenang. Untuk bertahan hidup, dapur umum ini sangat membantu. Sehari bisa menghabiskan hampir 10 kilogram beras, dengan produksi sekitar 125 nasi bungkus,” jelasnya.
Rismanto berharap perhatian dan bantuan terus mengalir bagi warga yang masih terdampak.
“Mudah-mudahan pemerintah bisa kembali mengevakuasi warga jika diperlukan, dan selama air masih ada, semoga bantuan terus disalurkan,” harapnya.
Hingga kini, banjir yang melanda wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan telah merendam ribuan rumah. Banyak warga memilih bertahan di rumah demi menjaga harta benda, sementara dapur umum mandiri menjadi simbol solidaritas dan kekuatan warga untuk saling menopang di tengah bencana.
Aksi lanjutan dari Komunitas Pekalongan Tanggap bersama Brimob dan relawan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong masih terus hidup di tengah kondisi sulit yang dihadapi masyarakat Pekalongan.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah (siang) |
| 15:30 | Dolan Paud |
| 16:00 | Kajian Islam |
| 17:00 | Icip-icip |
| 17:30 | Before After |
| 18:00 | Indonesiana |
| 18:30 | Besti |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | Innovator (DW) |
| 20:30 | Corat Coret (PFN) |
| 21:00 | Wayang |