Dari Edukasi ke Rumah Warga: KKN Undip Dorong Kesadaran Gizi Ibu dan Anak di Desa Kalibeluk
  |   20/08/2026 - 23:49 WIB
Dari Edukasi ke Rumah Warga: KKN Undip Dorong Kesadaran Gizi Ibu dan Anak di Desa Kalibeluk

BATANG — Upaya menjaga kesehatan ibu dan anak tidak selalu harus dimulai dari fasilitas kesehatan. Di Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro membawa edukasi kesehatan lebih dekat kepada masyarakat melalui rangkaian kegiatan yang menyasar ibu hamil serta ibu yang memiliki bayi dan balita.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juli 2026. Program diawali dengan penyuluhan mengenai malnutrisi, dilanjutkan dengan edukasi mengenai pentingnya Buku KIA atau yang dikenal masyarakat sebagai buku pink, kemudian diteruskan melalui pemantauan ibu hamil dan tumbuh kembang anak secara langsung dari rumah ke rumah.

Memulai dari Kesadaran tentang Malnutrisi

Pada Jumat, 17 Juli 2026, kegiatan pertama berlangsung di sebuah lapangan yang berada di dekat rumah Kepala Dusun Kalibeluk. Sejak kegiatan dimulai, warga terlihat memenuhi lokasi. Ibu hamil dan ibu yang memiliki balita menjadi sasaran utama dalam penyuluhan yang membahas persoalan malnutrisi.

Materi disampaikan secara langsung dengan membahas malnutrisi secara menyeluruh. Edukasi diarahkan agar masyarakat tidak hanya mengenal malnutrisi sebagai persoalan kekurangan gizi, tetapi juga memahami pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan kondisi kesehatan ibu serta anak.

Penyuluhan secara khusus dipandu oleh Faza Adhy Maulana, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dari Program Studi Keperawatan. Pada hari yang sama, sekitar sepuluh mahasiswa KKN turut terlibat dalam keseluruhan rangkaian kegiatan karena juga membantu pelaksanaan kegiatan cek kesehatan yang berlangsung di lokasi.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya kehadiran peserta dan perhatian mereka selama penyuluhan berlangsung. Bagi sasaran kegiatan, informasi mengenai malnutrisi menjadi bagian penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gizi ibu dan anak, terutama pada masa kehamilan dan periode pertumbuhan balita.

Namun, mahasiswa tidak berhenti pada penyampaian informasi mengenai gizi. Setelah membahas persoalan malnutrisi, rangkaian edukasi diarahkan pada salah satu instrumen yang dekat dengan keseharian ibu dan anak dalam memperoleh pelayanan kesehatan, yaitu Buku KIA.

Dari Penyuluhan Gizi Menuju Pemanfaatan Buku KIA

Sehari setelah penyuluhan malnutrisi, Sabtu, 18 Juli 2026, kegiatan berlanjut di Balai Desa Kalibeluk. Kali ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya Buku KIA atau buku pink.

Buku KIA tidak sekadar diposisikan sebagai buku yang dibawa ketika ibu atau anak datang ke pelayanan kesehatan. Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya menyimpan, membaca, dan memanfaatkan informasi yang tercatat di dalamnya sebagai bagian dari pemantauan kesehatan ibu dan anak.

Edukasi pada dua hari pertama menjadi dasar sebelum kegiatan memasuki tahap berikutnya. Jika penyuluhan memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam forum bersama, maka pada hari ketiga mahasiswa membawa proses pemantauan tersebut lebih dekat lagi langsung ke lingkungan tempat keluarga tinggal.

Pada tahap inilah rangkaian KKN tidak lagi hanya berbicara mengenai penyampaian materi, tetapi mulai menyentuh kondisi keluarga secara langsung melalui kunjungan dari rumah ke rumah.

Mendatangi Rumah, Melihat Lebih Dekat Kondisi Ibu dan Anak

Minggu, 19 Juli 2026, menjadi tahap lanjutan dari rangkaian kegiatan tersebut. Setelah dua hari memberikan edukasi di tengah masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melakukan kunjungan langsung dari rumah ke rumah di Desa Kalibeluk.

Kegiatan door to door dilakukan oleh Faza Adhy Maulana bersama dua kader kesehatan desa. Sebanyak sekitar sembilan hingga sepuluh rumah dikunjungi dalam kegiatan tersebut. Pendekatan ini memungkinkan pemantauan dilakukan secara lebih dekat sekaligus membuka ruang komunikasi langsung antara mahasiswa, kader, ibu, dan keluarga.

Pada ibu hamil, pemantauan dilakukan dengan melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan kesehatan selama kehamilan. Berat badan diukur, sementara ibu juga ditanya mengenai konsumsi tablet tambah darah dan keteraturan kontrol antenatal care (ANC). Penggalian informasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kebiasaan dan pemantauan kesehatan yang telah dijalani selama kehamilan.

Kunjungan tidak hanya menyasar ibu hamil. Bayi dan balita dalam keluarga yang dikunjungi juga menjadi bagian dari pemantauan. Berat badan anak diukur dan orang tua diajak berdiskusi mengenai pemenuhan nutrisi anak serta kondisi pertumbuhan mereka.

Interaksi secara langsung tersebut mendapat respons positif dari keluarga. Orang tua menerima kedatangan mahasiswa dan kader kesehatan dengan terbuka. Para ibu juga menunjukkan perhatian terhadap proses pengkajian dan informasi yang diberikan selama kunjungan.

Bagi mahasiswa, kegiatan door to door memberikan pengalaman berbeda dibandingkan penyuluhan dalam forum terbuka. Edukasi yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat secara umum dapat dilanjutkan dengan melihat kebutuhan keluarga secara lebih dekat. Sementara bagi warga, kunjungan tersebut memberikan kesempatan untuk menyampaikan kondisi dan kebiasaan kesehatan ibu maupun anak secara langsung.

Tiga Hari, Satu Rangkaian

Rangkaian kegiatan selama 17–19 Juli 2026 menunjukkan pendekatan yang dilakukan secara bertahap. Edukasi mengenai malnutrisi menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi. Pengetahuan tersebut kemudian diperkuat melalui penyuluhan mengenai pemanfaatan Buku KIA pada hari kedua.

Tahap terakhir membawa edukasi tersebut ke tingkat keluarga melalui kunjungan door to door. Pemantauan ibu hamil dan bayi-balita dilakukan bersama kader kesehatan desa, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih personal dengan orang tua.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa upaya meningkatkan kesadaran kesehatan ibu dan anak tidak hanya membutuhkan penyampaian informasi, tetapi juga pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Penyuluhan, pemanfaatan Buku KIA, serta pemantauan langsung menjadi bagian yang saling melengkapi dalam membawa pesan kesehatan dari ruang pertemuan hingga ke lingkungan keluarga.

Melalui program tersebut, KKN Reguler Universitas Diponegoro di Desa Kalibeluk tidak hanya hadir untuk memberikan edukasi, tetapi juga membangun interaksi langsung dengan masyarakat. Keterlibatan kader kesehatan desa dan keterbukaan keluarga selama kunjungan menjadi bagian penting dalam mendukung pemantauan kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak di tingkat masyarakat.

Pada akhirnya, tiga hari kegiatan tersebut menjadi satu rangkaian yang bergerak dari pengetahuan, pemantauan, hingga keterlibatan langsung keluarga. Dari lapangan tempat warga berkumpul, Balai Desa Kalibeluk, hingga pintu rumah warga, pesan mengenai pentingnya gizi dan kesehatan ibu-anak dibawa semakin dekat kepada masyarakat.

Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Jumat
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 Innovator (DW)
16:00 CEK IN (DW)
16:30 Sportframe
17:00 Before After
17:30 Iqro
18:00 Icip-icip
18:30 Peluang
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Expose2
21:00 Wayang
Banner Iklan