Batang, 8 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Nadya Maharani, melaksanakan pemasangan alat fertigasi di green house Kalamatera milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kalibeluk, Kabupaten Batang, pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN yang bertujuan mendukung optimalisasi pengelolaan pertanian berbasis teknologi di desa tersebut, sekaligus menjadi wujud penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di kampus.
Sebelum adanya alat ini, sistem penyiraman pada green house Kalamatera masih dilakukan secara manual oleh pengelola BUMDes. Kondisi ini kerap menimbulkan kendala, terutama ketika pengelola memiliki kesibukan lain atau tidak berada di lokasi pada jam penyiraman yang seharusnya. Akibatnya, penyiraman tanaman menjadi tidak konsisten dan berpotensi memengaruhi kualitas hasil pertanian di green house tersebut.
Menjawab permasalahan itu, Nadya Maharani memasang alat fertigasi yang bekerja dengan sistem timer otomatis. Alat ini diprogram untuk mengatur jadwal penyiraman secara berkala sesuai kebutuhan tanaman, sehingga proses pengairan dapat berjalan tepat waktu tanpa harus dioperasikan secara manual setiap harinya. Pengelola BUMDes cukup memastikan ketersediaan air pada tandon penampungan agar sistem dapat bekerja secara berkelanjutan.
Kehadiran alat ini disambut baik oleh pengelola BUMDes Kalamatera. Maskuri, selaku pengurus bidang pertanian, mengungkapkan bahwa alat ini sangat membantu meringankan pekerjaan sehari-hari dalam merawat tanaman di green house.
"Pengairan jadi mudah ya mbak, berarti tinggal mengisi tandon aja kalau habis," ujar Maskuri.
Senada dengan hal tersebut, Abdul, selaku tokoh pemuda Desa Kalibeluk, turut menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi ini. Ia menceritakan bahwa sebelum adanya alat fertigasi, warga sering mengalami kesulitan dalam mengatur waktu penyiraman, terutama ketika harus bepergian.
"Berarti sekarang otomatis ya, dulu itu bingung kalau pas jam menyiram, apalagi kalau pada pergi sampai minta tolong ditelepon tetangga untuk menghidupkan kran airnya," ujar Abdul.
Cerita yang disampaikan Abdul menggambarkan bagaimana kendala teknis sederhana seperti jadwal penyiraman ternyata cukup mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Dengan hadirnya sistem otomatis ini, warga maupun pengelola tidak perlu lagi bergantung pada kehadiran seseorang secara fisik atau bantuan tetangga untuk menyalakan keran air pada jam-jam tertentu, karena seluruh proses penyiraman kini telah diatur langsung oleh sistem timer sesuai jadwal yang ditentukan.
Dari sisi teknis, penerapan sistem fertigasi otomatis semacam ini sejalan dengan upaya digitalisasi di sektor pertanian skala kecil dan menengah, khususnya pada unit usaha yang dikelola oleh BUMDes. Melalui otomatisasi, efisiensi waktu dan tenaga kerja dapat ditingkatkan, sementara risiko human error seperti lupa menyiram atau penyiraman yang tidak merata dapat diminimalkan.
Program pemasangan alat fertigasi ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam menerapkan teknologi tepat guna di tengah masyarakat. Selain memberikan solusi atas permasalahan teknis yang selama ini dihadapi, program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi sederhana namun berdampak besar bagi pengelolaan usaha berbasis desa.
Ke depannya, inovasi ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan secara optimal oleh pengelola BUMDes Kalamatera, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk turut mengadopsi teknologi serupa dalam mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah (siang) |
| 15:30 | Innovator (DW) |
| 16:00 | CEK IN (DW) |
| 16:30 | Sportframe |
| 17:00 | Before After |
| 17:30 | Iqro |
| 18:00 | Icip-icip |
| 18:30 | Peluang |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | Expose2 |
| 21:00 | Wayang |