Mahasiswa Kkn Undip Kenalkan Serabi Dan Anyaman Sebagai Produk Unggulan Desa Kalibeluk
Rafid Ali Fajri   |   20/08/2026 - 23:45 WIB
Mahasiswa Kkn Undip Kenalkan Serabi Dan Anyaman Sebagai Produk Unggulan Desa Kalibeluk

Batang, 10 Agustus 2026 — Desa Kalibeluk memiliki berbagai potensi yang berkembang di tengah masyarakat. Selain sektor pertanian, potensi tersebut juga terlihat dari produk UMKM yang masih diproduksi dan dipertahankan hingga sekarang. Dua di antaranya adalah serabi dan anyaman bambu. 

Saya, Mar’atul Khasanah, mahasiswa UNDIP Jurusan Sastra Indonesia, memilih serabi dan anyaman bambu sebagai produk yang diangkat dalam program kerja Penulisan Narasi Sejarah dan Keunggulan Produk UMKM dalam bentuk booklet. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Multidisiplin 2 dengan tema “Penguatan Identitas dan Branding Desa Kalibeluk Berbasis Potensi Lokal.” Melalui kegiatan ini, saya tidak hanya mengenalkan produk yang dihasilkan oleh masyarakat, tetapi juga mendokumentasikan cerita dan informasi yang ada di balik produk tersebut. 

Penyusunan booklet diawali dengan pengumpulan informasi secara langsung dengan mendatangi rumah para pelaku UMKM. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai sejarah usaha, proses pembuatan, perkembangan produk, serta keunggulan yang dimiliki. Informasi tersebut kemudian menjadi bahan dalam penyusunan narasi yang dimuat dalam booklet. Salah satunya adalah serabi Kalibeluk. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Slamet, salah satu pelaku UMKM serabi, Serabi Kalibeluk memiliki ciri khas berupa ukuran yang besar, tekstur yang legit, dan tidak menggunakan kuah. Serabi tersedia dalam rasa original dan manis. Perbedaannya terletak pada penggunaan gula, di mana serabi manis mendapatkan tambahan gula, sedangkan serabi original dibuat tanpa tambahan gula. Tidak hanya memiliki keunggulan dari segi produk, serabi Kalibeluk juga memiliki cerita sejarah yang berkembang di tengah masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara, keberadaan serabi dikaitkan dengan cerita dari masa Mataram dan perjalanan serabi dari Kalibeluk menuju lingkungan Keraton Mataram. Cerita tersebut menjadi bagian dari sejarah lisan yang masih dikenal dan diceritakan oleh masyarakat hingga sekarang.

Selain serabi, anyaman bambu juga menjadi salah satu produk lokal yang masih berkembang di Desa Kalibeluk. Menurut Mas Abdul Kholid yang merupakan bagian dari keluarga pelaku UMKM anyaman, keterampilan membuat anyaman di Kalibeluk telah berlangsung secara turun-temurun dan diperkirakan sudah ada sekitar 200 tahun. Banyaknya bambu di wilayah Kalibeluk menjadi salah satu alasan masyarakat memanfaatkannya sebagai bahan anyaman.

Dari segi kualitas, anyaman Kalibeluk dikenal dari kerapian bentuk, pola yang rapat, serta pemotongan bambu yang detail. Produk ini banyak digunakan sebagai kemasan dan masih dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti lamaran, pernikahan, tahlilan, hingga souvenir. Mas Abdul juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan anyaman sebagai kemasan hampers agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Anyaman bambu juga tidak terlepas dari kegiatan masyarakat. Produk ini masih digunakan dalam berbagai acara, seperti lamaran, pernikahan, tahlilan, dan atap rumah. Selain itu, anyaman juga dapat dimanfaatkan sebagai souvenir, misalnya untuk acara ulang tahun. Penggunaan tersebut menunjukkan bahwa anyaman tidak hanya memiliki fungsi sebagai wadah, tetapi juga memiliki nilai seni dan keterkaitan dengan tradisi masyarakat. 

Dari kegiatan tersebut, saya menghasilkan sebuah booklet berisi cerita tentang serabi dan anyaman bambu di Desa Kalibeluk. Isi booklet disusun berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat, mulai dari cerita mengenai produk, proses pembuatannya, sampai keunggulan yang dimiliki. Dengan adanya booklet ini, serabi dan anyaman tidak hanya dikenalkan sebagai produk UMKM, tetapi juga melalui cerita di balik pembuatannya. Booklet tersebut juga menjadi dokumentasi sederhana mengenai potensi UMKM yang ada di Desa Kalibeluk. 

Oleh: Mar’atul Khasanah

Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Jumat
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 Innovator (DW)
16:00 CEK IN (DW)
16:30 Sportframe
17:00 Before After
17:30 Iqro
18:00 Icip-icip
18:30 Peluang
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Expose2
21:00 Wayang
Banner Iklan