Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal mengungkapkan bahwa investor pasar modal di wilayah eks Karesidenan Pekalongan kini didominasi oleh Generasi Z (Gen Z). Kelompok usia di bawah 30 tahun tersebut menjadi pelaku utama aktivitas pasar modal di kawasan Pantura Barat Jawa Tengah, meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Batang.
Kepala OJK Tegal, Kurnia Tri Puspita, menyampaikan bahwa berdasarkan data per November 2025, sebanyak 60,91 persen investor individu pasar modal di wilayah tersebut berasal dari kalangan Gen Z. Hal itu menunjukkan pergeseran signifikan dalam profil investor yang sebelumnya identik dengan kalangan mapan.
“Pasar modal tidak lagi eksklusif bagi kalangan tertentu. Anak muda kini tampil sebagai aktor utama,” ujar Kurnia Tri Puspita yang akrab disapa Nia, saat pemaparan resmi di Scafe Tegal, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, jumlah investor pasar modal di wilayah eks Karesidenan Pekalongan mengalami lonjakan hampir dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, tercatat sebanyak 77.480 investor, kemudian meningkat menjadi 145.280 Single Investor Identification (SID) per November 2025.
leo⁰Nia menilai peningkatan tersebut mencerminkan tumbuhnya kesadaran finansial Generasi Z yang didorong oleh kemudahan akses aplikasi investasi digital, masifnya kampanye inklusi keuangan, serta paparan konten edukasi finansial di media sosial.
Lebih lanjut, Kurnia menjelaskan bahwa investor Gen Z yang mencapai 60,91 persen tersebut menguasai aset senilai Rp 383,12 miliar. Sementara itu, kelompok investor berusia di atas 60 tahun hanya berkontribusi sebesar 1,47 persen dengan total aset mencapai Rp 884,21 miliar.
“Sebagai pusat pasar modal tertinggi di wilayah eks Karesidenan Pekalongan adalah Kota Tegal,” jelasnya.
Adapun rinciannya, Kota Tegal menyumbang 30,19 persen investor dengan nilai aset Rp 940,23 miliar, disusul Kota Pekalongan sebesar 22,85 persen dengan nilai aset Rp 876,65 miliar. Selanjutnya, Kabupaten Brebes sebesar 19,09 persen dengan nilai aset Rp 209,12 miliar, Pemalang 17,30 persen dengan nilai aset Rp 294,08 miliar, serta Batang 10,31 persen dengan nilai aset Rp 125,29 miliar.
Kurnia menambahkan, generasi muda kini memandang investasi bukan lagi sebagai aktivitas elitis, melainkan bagian dari gaya hidup dan strategi perencanaan masa depan. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat literasi dan perlindungan investor di kalangan anak muda.
Bagikan artikel:
| Jam | Program |
|---|---|
| 08:00 | Innovator (DW) |
| 09:00 | Indonesiana |
| 11:00 | Kominfo Newsroom |
| 12:00 | Indonesiana |
| 14:00 | Berita Daerah (siang) |
| 15:30 | On The Screen |
| 16:00 | Serial |
| 16:30 | Inspirasi Prestasi |
| 17:00 | Komunitas Tanpa Batas |
| 17:30 | Creative Talk (VOA) |
| 18:00 | Innovator (DW) |
| 18:30 | Indonesiana |
| 19:00 | Berita Daerah (malam) |
| 20:00 | Peluang |
| 20:30 | Besti |
| 21:00 | Wayang |