Sekolah Sampah : Inovasi Bantal Ecobrick Kurangi Limbah Plastik
Rafid Ali Fajri   |   14/08/2025 - 21:56 WIB
Sekolah Sampah : Inovasi Bantal Ecobrick Kurangi Limbah Plastik

Pekalongan menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah. Pada 2023, timbulan sampah Kota Pekalongan mencapai 478,642 m³/hari, meningkat 14,45% dibanding 2022. Minimnya tempat penampungan sampah dan kebiasaan membuang sampah sembarangan memicu pencemaran dan masalah kesehatan, terutama akibat sampah plastik yang sulit terurai.

Menjawab tantangan tersebut, kelompok mahasiswa KKNT Inovasi IPB Kelurahan Kalibaros, Pekalongan Timur menginisiasi program Sekolah Sampah, yaitu kegiatan edukasi dan praktik pengelolaan limbah plastik anorganik menjadi bantal ecobrick. Bantal ecobrick merupakan inovasi dari konsep ecobrick, yang biasanya berupa botol atau wadah berisi padatan sampah non-biologis yang dimodifikasi menjadi isian bantal dengan campuran kapuk. Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah plastik, tetapi juga menghasilkan produk rumah tangga yang bermanfaat dan bernilai guna.

Program ini bekerjasama dengan Ibu-Ibu PKK yang dilaksanakan di RW 05 kelurahan kalibaros. Program sekolah sampah terdiri dari tiga tahapan. Pertama, sosialisasi pengelolaan sampah yang dihadiri oleh 33 anggota PKK RW 05, pada tahap ini masyarakat dijelaskan mengenai jenis-jenis sampah, dampak limbah plastik, dan teknik pembuatan ecobrick. Kegiatan ini disertai pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Kedua, pengumpulan sampah plastik anorganik lewat kerja bakti warga, menyasar kemasan makanan, bungkus deterjen, kantong plastik, dan plastik sekali pakai lainnya. Kegiatan ini sekaligus membangun budaya memilah sampah. Ketiga, pembuatan bantal ecobrick yang melibatkan 21 ibu-ibu PKK secara langsung, mulai dari pemilahan, pencucian, pengeringan, hingga pemadatan plastik bersama kapuk ke dalam kantong pelindung sebelum dimasukkan ke sarung bantal.

Hasilnya, warga mampu mempraktikkan teknik pembuatan bantal ecobrick dengan baik, sekaligus memahami manfaat jangka panjangnya. Selain menghasilkan produk bantal ecobrick yang nyaman, aman, dan bernilai guna, Sekolah Sampah memperkuat partisipasi masyarakat, terutama ibu-ibu PKK, sebagai agen perubahan lingkungan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis teknologi tepat guna dapat menjadi solusi nyata mengatasi masalah sampah plastik di tingkat komunitas.

Program ini diharapkan berlanjut sebagai model pengelolaan sampah mandiri di Kalibaros. Peserta yang telah terlatih dapat mengembangkan produk serupa atau menciptakan inovasi baru dari limbah plastik, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.


Berita Daerah

Bagikan artikel:

Banner Iklan
Jadwal Tayang Rabu
Jam Program
08:00 Innovator (DW)
09:00 Indonesiana
11:00 Kominfo Newsroom
12:00 Indonesiana
14:00 Berita Daerah (siang)
15:30 Dolan Paud
16:00 Kajian Islam
17:00 Icip-icip
17:30 Before After
18:00 Indonesiana
18:30 Besti
19:00 Berita Daerah (malam)
20:00 Innovator (DW)
20:30 Corat Coret (PFN)
21:00 Wayang
Banner Iklan